Sunday, 08 December 2019

Desa Fiktif, Apa Kata Dunia?

Desa Fiktif, Apa Kata Dunia?

Jakarta, Swamedium.com — Bagi saya berita desa fiktif sungguh suatu berita yang luar biasa. Siapapun pelakuknya saraf malu dan takutnya mungkin sudah habis, bahkan minus.

Bayangkan!, desa fiktif itu adalah desa yang menurut Sri Mulyani adalah desa yang tidak ada penghuninya, tetapi mendapatkan bantuan dana desa dari Pemerintah Pusat sekitar hampir Rp. 1 milyar pertahun. Kalau begitu kepada siapa ditujukan dana desa tersebut?. Kepada tuyul yang bergentayangan di desa tersebut?, atau kalau ada kuburan, untuk hantu-hantu kuburan, masya Allah.

Simak apa yang dikatakan Sri Mulyani, beliau baru mendengar adanya desa fiktif yang belakangan telah menerima anggaran dana desa dari pemerintah. Kabar itu baru ia dengar setelah pembentukan Kabinet Indonesia Maju.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar pengawasan terhadap transfer dana desa di 2020 bisa lebih diperketat. Mengingat, alokasi yang diberikan di tahun mendatang angkanya jauh lebih besar yakni mencapai Rp 72 triliun.

Berapa rupanya angkanya tahun 2019 ini, sungguh besar yaitu Rp. 60 triliun. Akibatnya bermunculan desa-desa baru, sim salabim. Tujuannya agar bisa mendapatkan alokasi anggaran dana desa dari pemerintah pusat.

“Dana desa masih sekitar 20 ribu desa tertinggal. Sekarang muncul desa baru tidak ada penduduknya untuk dapat alokasi,” kata Sri Mulyani di DPR RI, Jakarta, Senin, 4 November 2019.

SMI pasti kecewa berat. Karena begitu susahnya Menkeu ini mencari dana untuk APBN sebagai sumber belanja sektor, termasuk sektor Pembangunan Masyarakat Desa melalui bantusn dana desa untuk akselerasi pembangunan dipedesaan, eh….desanya fiktif.

Melihat kondisi itu, Sri Mulyani menginginkan agar seluruh pemerintah daerah juga ikut mengawasi agar alokasi dana untuk transfer daerah bisa tepat sasaran.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.