Saturday, 07 December 2019

Refly Harun: Korupsi Masih Akut, Kenapa Fokus Digeser ke Radikalisme?

Refly Harun: Korupsi Masih Akut, Kenapa Fokus Digeser ke Radikalisme?

Foto: Pengamat Hukum Refly Harun (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Indonesia, negara korup. Tapi kenapa pemerintah justru fokus pada radikalisme? Ini persis seperti Orde Baru yang selalu mencari cara menutupi otoritarianisme.

Era reformasi tidak berdampak banyak pada indeks persepsi korupsi Indonesia. Pasalnya, Setelah 21 tahun Indonesia menggulingkan Orde Baru, indeks persepsi korupsi masih pada skor 38.

Penilaian itu berdasarkan riset yang dilakukan oleh Transparency International Indonesia (TII). Adapun skor 0 menunjukkan sangat korup, sedangkan 100 bersih dari korupsi.

Bagi pakar hukum tata negera Refly Harun, fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia masih merupakan negara yang korup. Namun di satu sisi, pemerintah justru mengalihkan fokus kebijakan pada pemberantasan radikalisme.

Seharusnya, ini yang harus diperangi. Kenapa fokus digeser ke tempat lain,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Ahad (10/11).

Perang terhadap radikalisme, menurunta sebatas kamuflasi. Persis seperti zaman Orba yang selalu mencari cara untuk menutupi otoritarisme.

“Seperti zaman Orba yang kerap mencap ekstrem kiri untuk menutupi otoritarisme dan gurita korupsi,” tegasnya.

Sumber: RMOL

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.