Minggu, 20 September 2020

Halusinasi Ahokers

Halusinasi Ahokers

Jakarta, Swamedium.com — TIDAK mungkin di Indonesia ini tidak ada orang lain yang pantas diberikan jabatan layaknya Ahok sekarang. Baik itu dari golongan minoritas atau pun mayoritas. Ahok memang banyak “memahami” dan berjasa “membantu” Jokowi. Ahok menerima semua hukuman terkait kasus ‘penodaan agama’ tanpa berkoar sedikitpun terhadap rejim yang membiarkan semua keburukan menimpa pada dirinya. Ahok memahami kesalahannya saat berbicara terkait surat Al-Maidah 51 yang menyebabkan gelombang aksi demonstrasi berjilid besar-besaran di Jakarta. Berulang kali Ahok menyampaikan permintaan maafnya, baik itu sebelum, selama dan sesudah menjalani vonis hukuman penjara.

Di Pilkada DKI Jakarta Ahok pun kalah telak dengan Anies Basweda di putaran kedua. Kemudian Ahok pun ikhlas menerima kenyataan bahwa saat Pilpres 2019 lalu, Jokowi menempatkan kyai Ma’ruf Amin sebagai pendamping. Siapapun tahu, saat pilkada DKI Jakarta berlangsung, Ma’ruf Amin adalah pimpinan MUI yang mengeluarkan fatwa bahwa Ahok positif melakukan ‘ penistaan Agama’. Pendukung Ahok pun terhenyak, lalu tak lama diam membisu.

Lalu apa jalan tengahnya ? Bagaimanapun Ahok tetap harus diberi jabatan karena jasanya. Bayangkan saja, sejak Pilpres 2014, Ahok adalah kader Gerindra. Tetapi Ahok justru dukung Jokowi, lalu tidak berapa lama keluar dari Gerindra karena berbeda pandangan soal pemilihan kepala daerah langsung atau lewat DPRD. Sebelum jadi kader Gerindra, Ahok adalah kader Golkar, tetapi kemudian juga keluar saat terjadi kemelut dengan fraksi Golkar di DPR kala itu. Seperti biasa, Ahok memang getol beradu mulut. Lucu juga jika lantas pendukung Ahok suka berargumentasi bahwa Anies Baswedan banyak bicara, Ahok banyak kerja. Tai lu, begitu netizen ikutan berkomentar di lini massa.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.