Saturday, 07 December 2019

5 Alasan Mengapa Reuni 212 Berdampak Positif Bagi Ekonomi

5 Alasan Mengapa Reuni 212 Berdampak Positif Bagi Ekonomi

Musni Umar.

Jakarta, Swamedium.com — Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, menilai agenda tahunan Reuni 212 membawa dampak positif bagi negara. Dampak tersebut tidak hanya menjadi contoh kedamaian, ketertiban, dan rasa simpatik saat jutaan orang berkumpul dalam satu tempat.

Bagi Musni Umar, Dampak positif yang paling mudah terlihat adalah manfaat ekonomi yang sangat besar bagi DKI Jakarta dan Indoensia secara umum. Maka itu, ia menegaskan akan menjadi bagian dari acara yang akan digelar pada Senin (2/12) itu.

“Saya dukung dan akan hadir karena banyak dampak positifnya terutama bagi ekonomi Jakarta dan Indonesia,” kata Musni Umar melalui laman resminya, Jumat (29/11).

Sosiolog itu menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa reuni 212 bisa.berdampak pada perekonomian daerah dan negara. Pertama, masyarskat yang hadir dalam reuni 212 pasti membeli tiket angkutan udara (pesawat), angkutan darat (bus, kereta api) atau angkutan laut (kapal laut).

“Dampak ekonominya besar dalam putaran ekonomi Indonesia,” kata dia.

Kedua, akan berdampak pada pedagang kecil hingga besar di Jakarta. Peserta reuni 212 perlu makan saat tiba di Jakarta. Jutaan orang apalagi kalau sampai puluhan juta orang sangat besar belanja untuk makan.

Ketiga, perlu hotel dan penginapan. Mereka yang dari luar kota memerlukan penginapan yang sangat banyak. Tentu tempat istirahat yang dipilih adalah hotel atau penginapan.

Dia mengatakan, kondisi tersebut tentu sangat berdampak besar bagi perekonomian. Ini karena hotel dari bintang 5 sampai bawah di sekitar Jakarta akan dipenuhi peserta.

“Hotel akan terisi penuh, yang tentu memberi dampak ekonomi tidak saja pemilik hotel, tetapi pemasok barang, pedagang perantara, industri yang memproduksi barang, tetapi juga petani buah, petani sayur, nelayan dan sebagainya,” kata dia menjelaskan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.