Saturday, 07 December 2019

Alumni 212, Setelah Reuni Lantas Apa?

Alumni 212, Setelah Reuni Lantas Apa?

Jakarta, Swamedium.com — Untuk ketigakalinya alumni 212 sukses menggelar reuni. Di selenggarakan pada hari kerja, Senin 2 Desember 2019, tak menghalangi massa untuk datang.

Mereka datang dari delapan penjuru mata angin, memadati lapangan Monas, Jakarta.

Tidak hanya berasal dari kawasan Jabodetabek, massa juga datang dari seluruh Indonesia. Bahkan ada yang datang dari manca negara, termasuk AS dan Kanada.

Sayangnya —sesuai namanya— ada tanda-tanda kegiatan kolosal itu terjebak pada romantisme dan hanya menjadi peristiwa sentimental. Kumpul-kumpul. Kangen-kangenan. Atau paling banter melampiaskan kemarahan bersama.

Setelah itu massa kembali ke daerah masing-masing. Kembali dalam rutinitas sehari-hari, sambil menunggu reuni tahun berikutnya.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, reuni berarti pertemuan kembali (bekas teman sekolah, seperjuangan dan lain sebagainya) setelah berpisah cukup lama.

Tidak ada agenda kerja besar yang terencana. Mimpi memberdayakan ekonomi umat. Membangun kekuatan politik yang solid, menguap begitu saja.

Inilah ironi umat Islam Indonesia. Besar secara statistik, namun gagal melakukan kapitalisasi secara ekonomi dan politik. Mayoritas tetapi marjinal. Kalah segalanya dari kelompok minoritas.

Belajar dari Minoritas

Dua perhelatan besar politik di Indonesia, yakni Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019 seharusnya membuka mata umat Islam.

Ada beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik.

Pertama, kelompok minoritas non muslim/etnis Cina jumlahnya kecil tetapi mereka solid. Sementara umat Islam, besar dalam jumlah, tapi terpecah belah.

Pada Pilkada DKI 2017 minoritas non muslim/etnis Cina suara mereka solid mendukung pasangan Ahok/Djarot. Sementara umat Islam suaranya terpecah ada yang memilih Anies/Sandi, dan sebagian memilih Ahok/Djarot.

Umat Islam diuntungkan oleh blunder Ahok yang melakukan penistaan agama. Jadi kemenangan di Jakarta tidak bisa dilihat sebagai sebuah gerakan terencana. Hanya reaksi sesaat.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.