Friday, 24 January 2020

Gubernur Indonesia

Gubernur Indonesia

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Depok, Swamedium.com — Dalam sebuah rapat rutin di MPI (Majelis Pelayan Indonesia), kami sempat membicang tentang Anies Baswedan. Bachtiar Nasir, tokoh yang akrab dipanggil UBN itu nyeletuk. Seperti tak sengaja. Menyebut Anies dengan sebutan “Gubernur Indonesia”.

Semua peserta rapat yang hanya beberapa orang itu terhenyak. Kaget. Ada istilah baru, asing, tapi sepertinya pas banget untuk Anies Baswedan. Dapat ilham dari mana mantan ketua GNPF MUI ini.

“Nah, ini bagus”, kataku. Ijin UBN, besok saya mau tulis. Bachtiar Nasir tak keberatan. Begitu juga dengan yang lain.

Maklum, seorang penulis tak bisa diam ketika dapat ide dan gagasan baru. Dan ini kebiasaanku. Ide muncul, buka HP, lalu tulis. Sekalipun lagi naik motor antar anak sekolah. Dan artikel ini aku tulis di atas motor, pinggir jalan persis di depan gerbang sekolah SMA anak. Kadang menulis sambil nyetir mobil saat jalan tersendat. Alhamdulillah, sekali nabrak gojek, dan sekali nabrak mobil. Nasib! Begitulah jika menulis jadi hobi.

Pagi hari usai rapat di MPI. Aku tulis artikel. Di dalam artikel aku sebut “Anies Gubernur Indonesia”. Hari itu aku kirim ke sejumlah media, yang memang setia menunggu setiap tulisanku. Terima kasih buat kalian semua. Para pejuang dan penjaga pilar demokrasi yang hebat-hebat. Juga aku kirim ke media sosial. Viral!

Malam harinya, Maruarar Sirait pres rilis. Hampir semua tv meliput. Sebagai ketua Steering committee (SC) Piala Presiden 2018, ia minta maaf kepada Anies, “Gubernur Indonesia” atas peristiwa di GBK. Dimana Anies sempat dicegat Paspampres, tak boleh naik panggung mendampingi Persija ketika penyerahan piala (17/2/2018). Kejadian yang sempat membuat bumi Indonesia heboh.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.