Kamis, 24 September 2020

Gubernur Indonesia

Gubernur Indonesia

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Dengan sejumlah prestasi itu, akhir bulan lalu, tepatnya tanggal 26 Nopember, Anies terpilih menjadi ketua APPSI (Asosiasi Pemerintahan Propinsi Seluruh Indonesia). Terpilihnya Anies menjadi ketua APPSI seolah mengkonfirmasi sekaligus menjadi jawaban bahwa Anies layak untuk disebut sebagai “Gubernur Indonesia”.

Mengapa rakyat begitu cepat menerima dan antusias terhadap sebutan Anies sebagai “Gubernur Indonesia” bahkan ikut menviralkannya, karena menganggap Anies berkapasitas dan layak menjadi pemimpin nasional. Bahkan dalam sejumlah event, tak jarang masyarakat berteriak: “presiden…presiden…presiden…”

Sebelum pilpres 2019, Anies dibujuk dan didorong oleh sejumlah ketum partai dan pimpinan ormas besar untuk nyapres. Kepada mereka dan juga kepada publik Anies tegas; ia ingin menuntaskan tugasnya di DKI dan memberikan kesempatan bagi Pak Prabowo untuk mengadu keberuntungan kali kedua. Meskipun Prabowo akhirnya gagal untuk kedua kalinya. Mungkin karena melawan orang yang sama. Apakah Prabowo akan mencoba lagi untuk ketiga kalinya? Tak menutup kemungkinan. Kita tunggu tanggal mainnya.

Pilpres selesai dan presiden belum dilantik, suara dari penjuru Indonesia muncul “Anies for Presiden 2024”. Bahkan televisi dan media-media mainstream ikut membicarakan itu. Tidak hanya media, survei LSI Denny JA dan Indobarometer menempatkan Anies sebagai calon presiden 2024 yang paling potensial.

Dari data-data dan fakta-fakta yang terungkap itu, maka ada alasan logis bagi rakyat memberi julukan dan memanggil Anies sebagai “Gubernur Indonesia”. (*)

Depan Pintu Gerbang SMA di Depok, 5/12/2019

Penulis: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.