Friday, 24 January 2020

Pertama Kali dalam Sejarah, 13 Negara Dukung Palestina Soal Permukiman Zionis Israel

Pertama Kali dalam Sejarah, 13 Negara Dukung Palestina Soal Permukiman Zionis Israel

Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

New York, Swamedium.com — Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah voting Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa, 13 negara mengubah sikapnya terhadap Israel. Mereka menolak rancangan resolusi tahunan badan PBB yang menguntungkan Zionis, mereka balik mengkritik Tel Aviv dan mendukung Palestina.

Untuk pertama kalinya, Jerman, Republik Ceko, Austria, Bulgaria, Denmark, Estonia, Yunani, Lithuania, Belanda, Rumania, Slovakia, Brasil dan Kolombia memberikan suaranya menentang rancangan resolusi tentang Divisi Hak Palestina di Sekretariat PBB di New York.

Sementara pada tahun-tahun sebelumnya ke 13 negara tersebut abstain dalam pemungutan suara untuk rancangan resolusi.

Dalam sebuah pernyataan persnya, Menteri Luar Negeri Israel Katz memuji sikap sejumlah negara yang menolak tersebut. Ia mengatakan, ini merupakan langkah penting dalam perjuangan panjang melawan prasangka terhadap Israel di PBB dan Eropa. Saya percaya sisa Uni Eropa akan mendukung sikap negaranya.

Inggris, Prancis, dan Spanyol abstain dalam pemungutan suara, seperti yang mereka lakukan setiap tahunnya. Namun dalam rancangan resolusi yang diajukan oleh Komoro, Kuba, Indonesia, Yordania, Kuwait, Republik Demokratik Rakyat Laos, Qatar, Arab Saudi, Senegal, Uni Emirat Arab dan Yaman disahkan oleh mayoritas besar anggota, dengan 87 negara memberikan suara mendukung, sementara 54 negara menentang dan 23 negara abstain.

Divisi Hak-hak Palestina setingkat sekretariat Komite tentang Pelaksanaan Hak-hak yang tidak didapatkan Rakyat Palestina menyelenggarakan konferensi internasional yang biasanya berfokus pada kritik Israel.

Rancangan resolusi ini menyatakan, Divisi Hak Palestina terus memberikan kontribusi yang konstruktif dan positif untuk meningkatkan tingkat kesadaran internasional tentang masalah Palestina dan kebutuhan mendesak terhadap penyelesaian masalah Palestina secara damai dalam semua aspeknya.

Menurut Hillel Neuer, direktur eksekutif dari UN Watch yang berbasis di Jenewa mengatakan, perubahan mendadak sikap dalam pola pemungutan suara untuk 11 negara anggota UE disebabkan oleh fokus yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Jerman, dimana menteri luar negerinya Haiku Maas bersumpah pada awal tahun ini untuk menentang perlakuan tidak adil Israel yang dipamerkan di PBB.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.