Rabu, 12 Agustus 2020

Cuitan Jokowi soal ‘Sobat Ambyar’ Pancasila, Fahira: Terlalu Menyederhanakan Persoalan

Cuitan Jokowi soal ‘Sobat Ambyar’ Pancasila, Fahira: Terlalu Menyederhanakan Persoalan

Senator Jakarta, Fahira Fahmi Idris.

Jakarta, Swamedium.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat akun twitternya bertekad menanamkan nilai-nilai Pancasila ke generasi muda dengan membanjiri narasi Pancasila di semua medium komunikasi yang saat ini digandrungi anak muda. Strategi ini dinilai baik, tetapi terkesan terlalu menyederhanakan persoalan.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, nilai-nilai Pancasila bisa tertanam di hati generasi muda jika mereka melihat langsung contoh konkret dan nyata sepeti apa implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu nya adalah sejauh mana nilai-nilai Pancasila sudah tertanam dalam setiap kebijakan publik yang dikeluarkan Pemerintah dan dalam setiap tindak-tanduk serta perilaku para elite politik di negeri ini.

“Soal membanjiri narasi Pancasila di semua platform komunikasi yang dipakai generasi muda, saya rasa itu soal teknis ya. Yang substansi adalah bagaimana pemerintah dan para elite di negeri ini menjadi teladan, menjadi role model, menjadi contoh konkret bagi anak muda kita agar menjadikan Pancasila sebagai sendi kehidupan. Jadi menanamkan nilai Pancasila idealnya mulai dari “atas” dulu, baru ke rakyat terutama ke generasi muda,” tukas Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, di Kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis lalu (5/12).

Menurut Fahira, generasi muda atau millenial saat ini sangat kritis dan menolak hal-hal yang sifatnya menggurui termasuk soal Pancasila walau disampaikan dengan cara-cara populer. Mereka akan terbuka bahkan terkesan dengan Pancasila jika melihat nilai-nilai yang terkandung di dalam dasar negera kita ini dipraktikan negara lewat kebijakannya dan oleh elite lewat prilakunya.

Sebanyak apapun generasi muda dibanjiri narasi soal Pancasila, sambung Fahira, tetapi jika mereka melihat ada kebijakan publik yang tidak adil atau ketimpangan sosial yang semakin melebar, pemberantasan korupsi yang masih jauh dari harapan, maka yang berkecamuk dipikiran mereka adalah ketidaksesuian antara narasi dengan kenyataan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.