Rabu, 05 Agustus 2020

Justifikasi melalui Indeks Kerukunan Beragama

Justifikasi melalui Indeks Kerukunan Beragama

Jakarta, Swamedium.com — Menag keluarkan hasil indeks kerukunan beragama. Dalam rilis ini, secara jelas diperlihatkan mana daerah yang kerukunan beragamanya paling bagus dan yang paling buruk dengan melihat peringkat provinsi yang terdata.

Saya gak ngerti, apa tujuan kemenag merilis indeks ini jika hasilnya malah mendapatkan pertentangan yang berbahaya. Rilis ini bagaimanapun akan membawa sentimen agama didalamnya.

Indonesia ini terbagi puluhan provinsi, ada spesifik dari setiap provinsi yang melatar belakangi sebuah agama menjadi mayoritas disana. Contohnya Bali dengan mayoritas beragama Hindu. Papua, NTT, Sulut yang mayoritas bergama Nasrani.

Ketika indeks kerukunan ini dibeberkan, maka akan jelas mana daerah yang mendapatkan indek kerukunan beragama yang baik dan mana daerah yang buruk kerukunan beragamanya.

Dan hasilnya adalah, 6 besar peringkat terbaik indeks kerukunan beragamanya di duduki oleh daerah yang mayoritas bukan islam agamanya.

1. Papua Barat: 82,1
2. Nusa Tenggara Timur: 81,1
3. Bali: 80,1
4. Sulawesi Utara: 79,9
5. Maluku: 79,4
6. Papua: 79,0

Dan yang paling buruk indeks kerukunan beragamanya adalah daerah yang mayoritas beragama islam.

29. Nusa Tenggara Barat: 70,4
30. Riau: 69,3
31. Banten: 68,9
32. Jawa Barat: 68,5
33. Sumatera Barat: 64,4
34. Aceh: 60,2

Boleh pakai logika? Jika seperti ini hasil yang dirilis Kemenag, apa yang ada di kepala publik saat melihatnya?

Yap..

“Yang rukun masyarakatnya dalam bidang keagamaan adalah daerah NON MUSLIM. Dan yang buruk kerukunan beragamanya adalah daerah yang mayoritas MUSLIM”

Saya gak tau gimana metode pengambilan survey indeks kerukunan beragama ini ketika Papua dan Bali ditempatkan pada peringkat terbaik. Apakah rukun dan menghormati agama lain itu harus dengan intimidasi atau keharusan mengikuti?

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.