Minggu, 02 Agustus 2020

Menag Polisikan Pelarang Atribut Natal, PA212: Terserah, Suka-suka Bapak Menteri

Menag Polisikan Pelarang Atribut Natal, PA212: Terserah, Suka-suka Bapak Menteri

Ustadz Haikal Hassan.

Jakarta, Swamedium.com — Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Ustaz Haikal Hassan mengaku tak mau ambil pusing terhadap pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal atribut natal. Fachrul sebelumnya meminta warga melapor ke polisi jika menemukan ada mal yang melarang penggunaan atribut natal.

Dia bilang terserah Fachrul apakah mau melarang atau membolehkan penggunaan atribut natal. Haikal bahkan menyelipkan sajak singkat soal imbauan Fachrul tersebut.

“Jalani saja terserah Bapak Menteri. Suka-suka Bapak Menteri. Apalah kami yang tiada arti. Hanya pesakitan yang terus tersingkir. Silakan perbuat dan lakukan sesuka bapak yang menurut bapak baik,” kata Ustaz Haikal lewat pesan singkat, Kamis (12/12).

Pria yang karib disapa Babeh Haikal itu mengatakan PA 212 memandang penggunaan atribut Natal bukan urusan umat Islam. Dia mengatakan masalah agama lain merupakan urusan umat masing-masing.

Meskipun begitu, ia mengimbau umat Islam untuk tidak ikut menggunakan atau memasang atribut natal. Ustaz Haikal juga meminta umat Islam tidak ikut merayakan Hari Raya Natal.

“Jangan juga ikut campur dengan menggunakan segala atribut. Jangan juga ikut campur untuk bersama-sama dalam perayaan Natal. Jadi jangan ganggu orang mau ke gereja, tapi jangan juga ikut masuk ke gereja. Sebagaimana kalian semua orang Kristen juga tidak ikut masuk ke dalam masjid untuk beribadah,” tutur Ustaz Haikal.

Mantan Juru Kampanye Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 itu menolak jika disebut intoleran karena hal tersebut. Menurutnya, toleransi tak bisa diartikan dengan menjalankan kepercayaan agama lain.

“Kalau setiap agama dengan cara menghormatinya ikut campur dalam kegiatan ibadah, ini bukan toleransi, ini mencampuradukkan agama,” ujarnya.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi mengatakan jelang perayaan Natal selalu ada pihak yang melarang penggunaan atribut tertentu. Menurutnya, masalah ini sebenarnya kecil, tapi sering menghebohkan publik.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.