Selasa, 11 Agustus 2020

Menara Syariah, Kedok Taipan untuk Mengeruk Dana Umat Islam

Menara Syariah, Kedok Taipan untuk Mengeruk Dana Umat Islam

Jakarta, Swamedium.com — Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai hanya mau mengeruk dana umat Islam namun tidak mengindahkan Syariat Islam. Hal ini terkait dibangunnya Menara Syariah. Gedung ini diharapkan Jokowi akan menjadi pusat keuangan syariah.

“Menara Syariah dibangun namun peraturan syariah dilarang. Artinya Rezim Jokowi ini hanya mau duitnya umat Islam,” kata aktivis politik Rahman Simatupang, di Jakarta, Rabu lalu (11/12/2019).

Menurut Rahman, Menara Syariah hanya kedok taipan untuk mengeruk dana dari kalangan umat Islam. “Para taipan melihat potensi keuangan umat Islam sangat besar, maka dibangun menara syariah,” jelasnya. Kata Rahman, umat Islam harus mewaspadai cara-cara taipan mengumpulkan dana dengan menggunakan jargon syariah.

“Walaupun kepengurusan lembaganya ada tokoh umat Islam, tetapi pengendali kebijakan ada di tangan taipan,” kata Rahman.

Agung Sedayu Group menggaet Salim Group membangun pusat pasar keuangan syariah berupa gedung Menara Syariah. Presiden Direktur Agung Sedayu Grup Nono Sampono mengatakan bahwa saat ini pasar keuangan syariah dunia tersebar di Dubai, Riyadh, Bahrain, Doha, Istanbul, dan Kuala Lumpur. Hal itu membuat pengembangan gedung kembar ini menjadi jawaban untuk mewujudkan visi Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai pasar keuangan syariah dunia.

Nono menambahkan bahwa dengan pengembangan Menara Syariah, hubungan baik antara dua negara tetangga, Indonesia dan Malaysia sebagai investor utama, akan semakin diperkuat.

Pasalnya pengembangan ini merupakan bagian dari rencana besar dalam mewujudkan Indonesia menjadi salah satu dari lima besar dunia pasar keuangan syariah internasional.

“Hari ini, telah dimulai peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan infrastruktur dari gedung kembar Menara Syariah sebagai awal dari megaproyek kawasan pusat keuangan syariah internasional,” ungkap Nono melalui siaran pers, Ahad (8/12/2019).

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.