Jumat, 07 Agustus 2020

Komentar Ozil dan Tuduhan Suap ulama Indonesia

Komentar Ozil dan Tuduhan Suap ulama Indonesia

Foto: Mehsut Ozil. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Mehzut Ozil (MO) menjadi perbincangan atas komentarnya mengenai muslim uighur.

“(Di China) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Terlepas dari semua ini, Muslim tetap diam,” kata Ozil.

Komentarnya mendapatkan banyak serangan, khususnya netizen China. Atas serangan itu, banyak pembelaan pada Ozil mengenai arti solidaritas muslim.

Perkataan Ozil tidak membawa negara, tidak membawa klub sepakbola Arsenal dimana ia bermain saat ini. Perkataannya adalah penilaian pribadi yang mengambarkan keresahan seorang muslim atas nasib saudaranya, sesama muslim.

Ozil yang berkiprah di sepakbola Inggris, dinegara Non muslim berani mengungkapkan pernyataan atas derita Muslim Uighur. Sedikitpun ia tidak takut akan kecaman atau pemboikotan atas dirinya. Ozil hanya muslim biasa yang memiliki empati yang luar biasa. Dirinya bukan ulama, hanya umat biasa.

Apa yang Ozil lakukan seperti menampar para tokoh-tokoh ulama dinegeri ini.

Seorang ulama, seharusnya memiliki sikap kepedulian yang tinggi. Ulama harusnya menggerakkan simpati umat dengan tausyiah agamanya untuk mengajak peduli berdasarkan persaudaraan muslim.

“Satu umat teraniaya, adalah derita umat seluruhnya”.

Apa jadinya jika ulama menjadi pihak yang menutupi itu semua? Dia akan menjadi pelindung kebiadaban, dia jadikan jabatan ulama sebagai corong mengatakan sebaliknya. Sungguh disayangkan, ketika umat harusnya kritis berbicara, tapi harus dibungkam demi kepentingan lain dibelakang.

Kata-kata samina wa athona benar-benar membuat ulama jumawa atas jabatanya. Tunduk itu pada hal yang berkaitan dengan ajaran agama, saat ini diperluas dengan perlindungan pada kepentingan golongannya, samina wa athona bisa menjadi kata-kata yang berbahaya.

Benar kata orang tua dulu.

Pages: 1 2

Related posts

2 Comments

  1. Anonim

    Luar biasa engkau Ozil… Jauh lebih peduli dari orang yg selama Ini diangggap alim ulama, ketua organisasi Islam yg hanya menuhankan organisasinya…

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.