Tuesday, 18 February 2020

Merayu Ulama

Merayu Ulama

Jakarta, Swamedium.com — Wall Street Journal, salah-satu media internasional berpengaruh di dunia, merilis laporan yang sangat serius–asumsi kalian mau menganggapnya serius. Mereka rilis Rabu 11/12, “How China Persuaded One Muslim Nation to Keep Silent on Xinjiang Camps” adalah judul artikel mereka.

Apa isinya? Simpel: bahwa China telah ‘merayu’ petinggi2, ulama2 organisasi agama Islam di Indonesia agar mengubah opini mereka terhadap masalah kamp konsentrasi Uighur, pelanggaran hak asasi, dan kejahatan kemanusiaan lainnya di sana.

Beijing mengundang puluhan tokoh untuk berkunjung ke sana, tentu ini bukan ‘halan-halan’, plesiran biasa, ini halan-halan politis. Sepulang dari sana, terdapat perbedaan yang sangat signifikan atas pernyataan kasus Uighur. Sebelumnya galak, sesudahnya, “Wahai umat Islam Indonesia, jangan terlalu percaya atas media yang meliput tentang Uighur”. Kalian bisa baca artikelnya sendiri, saya lagi malas nulis panjang2, linknya ada di:

https://www.wsj.com/articles/how-china-persuaded-one-muslim-nation-to-keep-silent-on-xinjiang-camps-11576090976

Artikel ini cukup detail, bahkan menulis soal honor per diem untuk influencer, dan strategi menakjubkan Beijing ‘merayu’ orang2 ini. Cukup menohok memang. Tapi itu bukan urusan saya. Silahkan yg mau nuntut WSJ jika isi tulisan itu salah. Juga silahkan yang mau bilang WSJ ini sampah, berita bohong saja, dll. Itu jama’ saja di jaman now. Netizen bebas berkomentar.

Lantas apa yang ingin saya tulis?

1. Ayolah, siapapun kalian, besok lusa, jika diajak halan-halan, mbok ya pastikan kita hati2 sedikit. Lihat dari sisi etika, moralitas, dan harga diri. Apalagi jika itu kasus yang sangat serius. Kalian memilih jadi kritikus buku saja misalnya, maka sangat tidak etis, jika kalian menerima buku dari penulis dan penerbit. Bagaimana kritikan kalian akan valid dan obyektif, bukunya saja dikasih alias hadiah. Lebih baik beli sendiri bukunya, baru bisa garang itu kritikan. Apalagi dalam kasus seperti Uighur ini. Berangkat sendiri ke sana dengan dana pribadi; jangan mau diajak halan-halan. Observasi sendiri, keluarkan uang sendiri. Baru opini kita nendang. Dalam kasus Uighur ini, bahkan saat kita bayar sendiri uangnya, kita mendapatkan fasilitas dan kemudahan loh.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.