Kamis, 24 September 2020

Menyeret China ke Pengadilan Internasional atas Kejahatan Kemanusiaan di Uighur

Menyeret China ke Pengadilan Internasional atas Kejahatan Kemanusiaan di Uighur

Foto: Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Tulisan yang saya publikasikan ini adalah catatan dari surat yang saya kirim kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN), International Criminal Court (ICC), ASEAN dan OKI. Saya menyampaikan pendapat bahwa apa yang terjadi di Uyghur adalah dapat dinilai sebagai Kejahatan Terhadap Kemanusiaan.

Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) Statuta Roma (The Rome Statute of the International Criminal Court ) “Kejahatan terhadap kemanusiaan” berarti salah satu dari perbuatan berikut ini apabila dilakukan sebagai bagian dari serangan meluas atau sistematik yang ditujukan kepada suatu kelompok penduduk sipil, dengan mengetahui adanya tindakan berikut ini:

d.Deportasi atau pemindahan paksa penduduk;

e.Pemenjaraan atau perampasan berat atas kebebasan fisik dengan melanggar aturan-aturan dasar hukum internasional;

f. Penyiksaan;

g.Perkosaan, perbudakan seksual, pemaksaan prostitusi, penghamilan paksa, pemaksaan sterilisasi, atau suatu bentuk kekerasan seksual lain yang cukup berat;

h. Penganiayaan terhadap suatu kelompok yang dapat diidentifikasi atau kolektivitas atas dasar politik, ras, nasional, etnis, budaya, agama, gender sebagai didefinisikan dalam ayat 3, atau atas dasar lain yang secara universal diakui sebagai tidak diizinkan berdasarkan hukum internasional, yang berhubungan dengan setiap perbuatan yang dimaksud dalam ayat ini atau setiap kejahatan yang berada dalam jurisdiksi Mahkamah;
a.Penghilangan paksa;
b.Kejahatan apartheid;
c.Perbuatan tak manusiawi lain dengan sifat sama yang secara sengaja menyebabkan penderitaan berat, atau luka serius terhadap badan atau mental atau kesehatan fisik._

Ketentuan tersebut kemudian dijelaskan lebih lanjut pada Pasal 7 ayat (2) Statuta Roma (The Rome Statute of the International Criminal Court );

a. Serangan yang terdiri dari tindakan sebagaimana disebutkan dalam ayat (1) terhadap penduduk sipil yang berkaitan dengan atau merupakan tindak lanjut dari kebijakan negara atau organisasi untuk melakukan penyerangan tersebut;

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Related posts

14 Comments

    1. Anonim

      Amerika mau usut kasus uighur karena ada kepentingan perang dagang dengan cina, klo palestine amerika tutup mata karena yg sokong israel y mereka karena ada kepentingan politik,agama & kekuasaan

      Reply
  1. Anonim

    Sibuk ngurusin yang jauh, di Sumbar noh umat Kristen di 2 kabupaten dilarang ibadah dan merayakan Natal, suaramu kemana?

    Reply
  2. Anonim

    Saya sangat mendukung supaya chinadi ajukan kepengadila internasional atas kejahatan yg telah di lakukan terhadap muslim Uighur .

    Reply
  3. Anonim

    Semoga umat muslim didunia meninggal husnul khotimah,Aamiin tanda2 akhir zaman dunia mau kiamat dan dajjal akan keluar karna sdh bnyk pengikutnya.

    Reply
  4. Anonim

    Semoga umat muslim didunia meninggal husnul khotimah,Aamiin tanda2 akhir zaman dunia mau kiamat dan dajjal akan keluar karna sdh bnyk pengikutnya.

    Reply
  5. Anonim

    Kejahatan kemanusiaan yang dilakukan China terhadap etnis Uighur itu nyata. Seharusnya PBB ambil tindakan. Juga terhadap kejahatan2 kemanusiaan yang lain, siapapun pelakunya.

    Reply
  6. Anonim

    Kejahatan kemanusiaan yang dilakukan China terhadap etnis Uighur itu nyata. Seharusnya PBB ambil tindakan. Juga terhadap kejahatan2 kemanusiaan yang lain, siapapun pelakunya.

    Reply
  7. Anonim

    Saya sanjungi usaha nya membantah cina tapi APA kah Ada usahanya menghalang kerajaan Indonesia meroboh Rumah ibadat keristian diindonesia.

    Sebelum jaga tepi Kain cina jaga la Indonesia

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.