Sabtu, 11 Juli 2020

Ular Kobra Bukan Teroris

Ular Kobra Bukan Teroris

Para ahli dan pengamat binatang reptil menyebut bahwa saat ini memang musim menetasnya telur ular kobra. Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy menjelaskan bahwa awal musim penghujan adalah waktu awal telur-telur ular menetas. Hal senada juga disampaikan Ketua Taman Belajar Ular Indonesia, Erwandi Supriadi yang menyebut bulan November, Desember, dan Januari musim menetas bibit kobra. Hal ini dikuatkan oleh hasil pengamatan dia selama 5-6 tahun belakangan mengenai ular kobra ini.

Nah, sekarang yang jadi masalah adalah pemangsa telur ular kobra ini seperti luwak (musang), biawak, garangan sudah jarang ditemukan. Habis diburu manusia untuk dimakan dan (katanya) dibuat obat. Senasib dengan indukan kobra yang juga diburu oleh manusia untuk disajikan di restoran kobra. Juga pemburu ular utama seperti burung hantu ikut habis diburu untuk dipelihara dalam kurungan. Musang bahkan dipaksa ber-evolusi oleh manusia menjadi mesin industri penghasil uang dengan dicekoki kopi agar bisa memproduksi kopi mahal.

Maka wajar saja kemudian banyak anak kobra sukses terlahir dan banyak bertebaran di mana-mana. Karena bisa dibilang penetasan telur kobra kali ini sukses. Sebabnya, tidak ada lagi hewan predator pemakan (pemburu) telor ular.

Sesuai hukum alam bahwa populasi akan meningkat jika pemangsanya tidak ada lagi. Kita sudah pelajari materi ekosistem ini sejak SMP.

Nah, fenomena munculnya ular kobra di perumahan dan hunian pada penduduk di kota-kota besar ini telah menunjukkan kepada kita bahwa ekosistem telah rusak. Keseimbangan ekosistem telah hancur. Bisa jadi saat ini kita sudah sampai pada fase bencana ekologi. Apa penyebabnya? Ya tentu saja ulah pemuncak rantai makanan: Manusia!

Semoga fenomena kemunculan ular kobra di perumahan dan hunian di berbagai kota di Indonesia ini tidak lantas menjadi alasan pembenaran ‘pembantaian’ ular kobra dan ular-ular lainnya dengan ‘menghabisi’ populasinya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.