Senin, 28 September 2020

Indonesia Tak Termasuk Negara Asia yang Ekonominya Diproyeksi Melesat

Indonesia Tak Termasuk Negara Asia yang Ekonominya Diproyeksi Melesat

Foto. Ilustrasi. (nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Perang dagang AS dan China memang membuat banyak lembaga internasional merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia, tak terkecuali Asia. Namun, Asian Development Bank (ADB) memprediksi beberapa negara di Asia tumbuh mengilap.

Menurut ADB, seperti dilansir Forbes, Minggu (5/1), perang dagang AS dan China yang berkepanjangan justru membawa berkah bagi beberapa negara di Asia. Bahkan, diprediksi pertumbuhan ekonominya pada 2020 ini menjadi yang tercepat. 

Sayangnya, dari enam negara di Asia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat tersebut, Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Berikut daftarnya : 

Bangladesh

Pertumbuhan ekonomi Bangladesh diperkirakan tembus 8 persen pada tahun ini dari meningkatnya investasi asing di sektor tekstil, garmen, dan alas kaki. Sejak 2011 lalu, Bangladesh mencatat pertumbuhan ekonomi sedikitnya 6 persen per tahun. 

Peningkatan investasi asing Bangladesh, utamanya karena upah rata-rata yang relatif rendah, yakni US$101 per bulan. Selain itu, tingginya permintaan dan meningkatnya standar hidup menjadi faktor penopang pertumbuhan negara di selatan Asia itu. 

Kepala Ekonomi Asia Pasifik IHS markit mengatakan investasi asing langsung (FDI) naik 19,5 persen menjadi US$1,7 miliar pada paruh pertama 2019. Hal ini juga dikarenakan naiknya peringkat kemudahan berbisnis di Bangladesh. 

India 

Ekonomi India ditargetkan tumbuh 7,2 persen. India harus mengejar target itu untuk menjadi lokomotif baru sektor manufaktur, termasuk elektronik. 

Meskipun, pertumbuhan ekonomi itu pun masih lebih lambat dibandingkan 2016 lalu yang sebesar 8,17 persen. 

Tajikistan 

Pertumbuhan ekonomi negara di Asia Tengah, Tajikistan, diperkirakan setidaknya 7 persen pada 2020. Faktor penopang ekonomi negara sempalan Uni Soviet tersebut berasal dari tambang emas dan perak, pemrosesan logal, termasuk pengiriman uang (remitansi) dari sekitar 1 juta warganya yang tinggal di luar negeri. 

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.