Sabtu, 28 November 2020

Fakta Menyedihkan di Yaxing: ‘Pesantren’ (yang katanya) di Xinjiang dan Punya 1.200 Santri

Fakta Menyedihkan di Yaxing: ‘Pesantren’ (yang katanya) di Xinjiang dan Punya 1.200 Santri

Gansu, Swamedium.com — Yaxing, sebetulnya saya sudah cukup lama tahu. Dulu, hingga 2016 adalah sekolah untuk anak-anak yg kurikulumnya memasukkan hafalan Al Quran di dalamnya. Tak salah jika kita di sini menyebutnya pesantren.

Tapi, Yaxing bukan di Xinjiang. Yaxing berada di Kab. Linxia, Gansu.

Dari Xinjiang, saya harus naik pesawat selama 3 jam ke Lanzhou. Lalu berperjalanan darat selama 3,5 jam ke Linxia.

Linxia adalah juga kota yg Muslimnya cukup banyak. Tapi bukan dari etnis Uyghur, melainkan etnis Hui. Maka, Linxia juga sering disebut Huimin Linxia.

“Xianzai, zhe shi yige wenti. Now, it’s a problem” kata Abu Bakar, Direktur Yaxing, ketika saya tanya kenapa sekarang Yaxing hanya menjadi sekolah ‘biasa’ seperti sekolah lain di China.

Sejak 2016, kurikulum agama Islam di Yaxing ditiadakan. Pemerintah melarang.

Ruang Musholla dialih fungsi menjadi ruang dansa. Disimpan piano di dalamnya. Tempat wudhu dijadikan washtafel biasa. Jam sholat, tak boleh lagi shalat berjamaah.

Bahkan, saya di Yaxing hingga zhuhur tiba, tak ada ‘perintah’ atau ajakan ke siswa untuk melaksanakan shalat.

Para guru wanita, tak lagi semua berjilbab. Saya tak lagi bertanya kenapa. Sudah tahu alasannya: it’s danger and problem.

Di Linxia banyak ‘pesantren’ dan juga masjid. Tapi, juga dalam pengawasan khusus. Pesantren tak lagi banyak santrinya. Sebagiannya lagi malah ditutup.

Sejak dibangun kurang lebih 10 tahun lalu, Yaxing memang sekolah swasta unggulan. Murid-muridnya andalan. Disiplinnya ketat. Standar Internasional.

Namun, memang ada yang hilang sejak 2016: ke-Islam-an. Yaxing terpaksa menjadi sekolah unggulan pada umumnya. Jika tidak, ditutup.

Mengajarkan membaca apalagi menghafal Al Quran dilarang. Namun, Abu Bakar tetap mensiasatinya dengan berbagai macam cara agar anak-anak tak ‘hilang’ nilai ke-Islamannya.

1200 santri? Sejak awal berdiri tak sampai. Sekarang sekitar 500 saja muridnya. Itupun TK sampai SMP saja.

Cukup ya. Hal yang sensitif lain tak akan saya cerita. Kasihan.

Jadi bukan hanya #Uyghur yang dilarang ini itu. Hui juga diperketat. Muslim Hui sekarang khawatir dan takut akan di-Xinjiang-kan oleh pemerintah China. Maka, mereka memilih nurut saja. Apa mau dikata.

“Tidak ada lagi kunjungan ke Yaxing dari orang asing sejak lama”, kata Abu Bakar. Beliau bertanya-tanya kok bisa saya ‘menembus’ ke Yaxing tanpa ada ‘pengawalan’?

Saya menjawab sambil bercanda agar suasana tak tegang, “I am an Ironman”. (*)

*Penulis: Azzam Mujahid Izzulhaq

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.