Rabu, 21 Oktober 2020

Sempat Terjadi Insiden dengan KPK, Polri Bantah Lindungi Sekjen PDIP

Sempat Terjadi Insiden dengan KPK, Polri Bantah Lindungi Sekjen PDIP

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (Antara)

Jakarta, Swamedium.com — Polri membantah menghalang-halangi tim penyidik KPK untuk menangkap Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Kebayoran Baru Jakarta Selatan kemarin, Kamis (9/1).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan bahwa anggota Polri hanya memeriksa penyidik KPK yang tiba-tiba datang ke PTIK dengan dalih ingin salat di masjid PTIK. Menurutnya, seluruh tamu yang datang ke PTIK wajib diperiksa, hal itu sudah sesuai dengan SOP.

“Jangan sampai nanti ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab bisa masuk, nanti bisa mencuri bisa apa dan sebagainya. Tentunya setiap orang yang masuk ke PTIK akan diperiksa oleh petugas jaga di sana,” tuturnya, Jumat (10/1/2020).

Namun, Argo tidak menjelaskan lebih jauh ihwal apa saja yang diperiksa anggota Polri, kepada tim penyidik KPK yang menyambangi PTIK di Jakarta Selatan tersebut.

Setelah tim penyidik KPK itu diperiksa anggota Polri, kemudian datanglah Direktur Penyelidikan KPK untuk menjemput para penyidiknya di PTIK

“Jadi saya tegaskan lagi ya, semua itu ada SOP-nya dan ternyata tidak lama setelah diperiksa, mereka sudah dijemput Direktur Penyelidikan dan pulang ke KPK,” katanya.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengaku telah terjadi kesalahpahaman antara penyidik KPK dengan anggota Polri di PTIK, Kamis 9 Januari 2020.

Kesalahpahaman itu karena anggota Polri mengira penyidik KPK akan melakukan OTT di lokasi yang sudah disterilisasi anggota Polri. Padahal, menurut Ali, tim KPK berada di PTIK hanya ingin melakukan salat di dalam masjid PTIK.

Sumber: Kabar24.bisnis.com

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.