Tuesday, 25 February 2020

Gak Mau Adu Otak, Ajak Adu Otot

Gak Mau Adu Otak, Ajak Adu Otot

Jakarta, Swamedium.com — Dibiarin, eh makin ngelunjak. Kurang puas ngebully, tebar fitnah dan demo, sekarang mau nurunin Anies. Sampai kapan mereka gangguan Anies? Ya sampai Anies gak jadi gubernur dan gak jadi presiden. Wualah…

Soal banjir udah dijelasin. Pada masa Jokowi (2013) dan Ahok (2017) itu lebih parah. 2020 yang paling parah justru di Grobogan Jawa Tengah, Bekasi Jawa Barat dan Lebak Banten. Kenapa Anies yang mau dipansuskan? Kenapa hanya Anies yang dapat class action? Kenapa Anies yang didemo?

Kenapa bukan Jokowi dan Ahok yang didemo dan diminta turun saat itu? Kenapa bukan gubernur Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten?

Kalau buat Pansus, kenapa bukan kasus Jiwasraya, Asabri, Krakatau Steel dan Garuda yang kebobolan? Ada-ada aja kalian.

Masyarakat tahu siapa pihak-pihak yang selalu buat gaduh itu. Mudah sekali dibaca. Mereka adalah orang-orang yang gak bisa move on dari kekalahan pilgub DKI 2017. Mereka adalah orang-orang yang dikendalikan dengan uang. Mereka adalah orang-orang yang takut kepentingan politik dan bisnisnya terancam kalau Anies nanti jadi presiden 2024.

Soal banjir, data dan masalahnya sudah terang benderang. Di mata masyarakat begitu jelas dan transparan. Kenapa tetap ngotot nyerang Anies? Ngotot demo Anies? Ngotot ganggu Anies?

Anies diam dan sabar. Anies tak merespon. Gak penting. Anies lebih suka kerja dan tak hiraukan suara-suara berisik itu. Tapi, rupanya pendukung Anies sudah mulai gerah. Jumlahnya lebih besar. Ya pasti, kalau gak lebih besar gak akan menang di pilgub. Selisih dua digit bro!

Beredar dua ajakan untuk merespon kelompok yang rajin demo Anies. Ajakan pengajian Maulid Nabi, dan ajakan demo tandingan. Seluruh majelis ta’lim di DKI sepertinya akan hadir di masjid Fatahillah Balaikota DKI. Demo dilawan pengajian. Agar kalimah Ilahi yang berkumandang, melirihkan genderang cacian dan makian.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.