Minggu, 20 September 2020

Data BNPB mengenai Jumlah Pengungsi di Kabupaten Bogor Tak Sesuai Fakta

Data BNPB mengenai Jumlah Pengungsi di Kabupaten Bogor Tak Sesuai Fakta

Bogor, Swamedium.com — Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan melalui keterangan persnya pada hari Ahad (12/01/2020) kemarin, bahwa jumlah pengungsi di Kabupaten Bogor meningkat, mencapai 21.742 jiwa berada di 33 titik pengungsian. Dari data di hari sebelumnya yang berjumlah 15.003 jiwa di 33 titik pengungsian di Kabupaten Bogor.

BNPB mencatat, total rincian pengungsi di Kabupaten Bogor: di Kecamatan Sukajaya 14.730 jiwa, Kecamatan Nanggung 5.310 jiwa dan Kecamatan Cigudeg 1.702 jiwa.

Namun BNPB sendiri menyebut, bahwa data ini masih belum pasti. Mengingat, masih banyak pengungsi yang masih belum terdata. Terutama pengungsi yang masih berada di lokasi terisolir di beberapa titik wilayah.

Di Kecamatan Sukajaya, misalnya. Saat ini masih terdapat titik-titik di beberapa desa-desa yang masih terisolir, Seperti: Desa Cileuksa, Desa Urug, Kampung Ciparengpeng, dan beberapa titik lainnya.

Ketidak-pastian data jumlah pengungsi, baik yang dikeluarkan oleh BNPB maupun lembaga lainnya, juga perbedaan jumlah titik-titik pengungsian dan jumlah korban, ketika masih dalam kondisi darurat bencana memang sangat mungkin terjadi. Hal ini juga diamini oleh para relawan kemanusiaan yang berada di lapangan yang berjibaku langsung membantu korban bencana. Salah satunya adalah Waedy Aldamar, relawan Wahana Muda Indonesia (WMI) yang pada hari ke-10 (Jumat, 10/1/2020) bencana berhasil menembus Desa Cileuksa yang masih terisolir dengan menggunakan motor trail, membawa bantuan logistik dan melakukan assessment di sana.

Menurut Waedy, data jumlah pengungsi, korban, maupun titik pengungsian yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga, termasuk BNPB, selama masa darurat bencana berlangsung pasti berbeda dengan fakta di lapangan. Hal ini wajar menurutnya. Karena kondisi yang belum memungkinkan untuk melakukan pendataan. Biasanya, lembaga-lembaga tersebut mendata titik yang bisa diamati saja, serta menggali informasi dari relawan yang turun ke lapangan, yang hasilnya juga belum tentu sama.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.