Sabtu, 12 September 2020

Ketika Sebuah Kampung Hilang Saat Banjir Bandang di Lebak

Ketika Sebuah Kampung Hilang Saat Banjir Bandang di Lebak

Lebak, Swamedium.com — Puluhan rumah juga satu Masjid rusak dan sebagian rumah lainnya hilang akibat terjangan banjir bandang yang melanda kampung Dusun Seupang, Desa Pajagan, Kecamatan Sajera, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Tim kerja bareng yang berangkat dari Jakarta menuju kampung Seupang, berhasil untuk menyusuri jejak keberadaan kampung yang hilang tersebut. Sebelumnya tersiar informasi dari akun FB @Mang Ucuy, bahwa terdapat satu titik kampung yang hilang tersapu banjir bandang, di Kecamatan Sajera Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Tiba beberapa ratus meter di atas jalur lokasi bencana, sudah berdiri posko swadaya yang didirikan para warga dan pemuda setempat. Saat tim menyerahkan bantuan dari para donatur yang dihimpun the ngesot adventure juga relawan remaja masjid, diposko penerimaan bantuan swadaya warga dusun setempat.

Ditemui dilokasi, Azis (20) pemuda kampung setempat yang menjadi saksi, melihat langsung kejadian musibah itu, Ia menuturkan kisahnya yang menyaksikan rusaknya rumah-rumah warga juga beberapa rumah lainnya hilang dan satu masjid rusak terkena banjir bandang kepada Swamedium.com.

“Awalnya mah, biasa. Saya yang abis kumpulan sama temen-temen dipos ronda dan nonton tv, terus aja ngegitar sambil bakar jagung sama ayam pas tahun baruan, sampe pagi, terus pada tidur. Nah, pas abis adzan shubuh tuh ya, Jam lima nyeduh minuman anget, saya kedenger ada ibu ibu yang rumahnya deket masjid, katanya mah mau ambil air wudhu. Teriak teriak, air naik-air naik. Loncat aja saya mah, datengin si ibu, tiba tiba kedenger gemuruh suara air yang langsung nimpa dari hulu” tutur Azi kepada swamedium.com pada Kamis (16/01/2020) sore.

Lanjut Aji, yang juga menjadi relawan lokal setempat menyampaikan, dirinya yang telah terbangun mendengar teriakan si ibu tersebut, selepas ikut merayakan tahun baru, berlarian keluar rumah sekaligus ikut berteriak melihat ke arah sungai. Menurutnya, bahwa laju air sangat deras, dan datangnya debit air sangat menakutkan, kemudian ia pun kembali berlari bersama para warga kampung yang tampaknya sudah berhamburan keluar rumah untuk kembali masuk menuju rumahnya agar dapat menyelamatkan diri serta keluarga juga barang barang penting yang dapat dibawa.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.