Rabu, 16 September 2020

Tokoh Masyarakat Cileuksa: Semoga Allah SWT Membalas Kebaikan Para Relawan

Tokoh Masyarakat Cileuksa: Semoga Allah SWT Membalas Kebaikan Para Relawan

Foto: Tokoh masyarakat Cileuksa, Jaro Ade (baju kuning).

Bogor, Swamedium.com — Semangat dan usaha yang tak kenal lelah dari para relawan kemanusiaan untuk membantu para korban bencana memang patut diapresiasi dan diacungi jempol. Sejak lama, relawan kemanusiaan selalu berada posisi  terdepan, menjadi ujung tombak, dalam setiap aksi kemanusian ketika bencana terjadi.

Apresiasi yang sama juga diberikan oleh masyarakat Cileuksa kepada relawan Wahana Muda Indonesia (WMI), komunitas land rover Bandung (LRCB), Emergency Response Unit (ERU) land rover, Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengda Jabar, komunitas Kanibal Off Road, komunitas motor trail RDP Adventure yang bergabung bersama untuk terus berupaya membantu dan menolong korban bencana, serta mendistribusikan bantuan logistik dan kesehatan kepada para pengungsi di wilayah Cileuksa dan sekitarnya yang masih terisolir akibat bencana, sejak hari kedua bencana hingga saat ini.

Rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam ini disampaikan langsung tokoh masyarakat Cileuksa, Jaro Ade, saat ditemui di posko Cihaur, saat tim relawan gabungan tersebut menuju lokasi Desa Cileuksa yang masih terisolir di hari ke-10 pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor, Jumat (10/1/2020).

“Dari apa yang dilakukan kawan-kawan relawan WMI dan komunitas off road dan motor trail, atas nama warga desa Cileuksa, kami hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih. Semoga Alloh Ta’ala membalas segala bantuan dan kebaikan teman-teman semua dengan berlipat ganda. Juga kepada masyarakat yang menyalurkan donasi dan bantuannya kepada masyarakat Cileuksa, kami haturkan banyak terima kasih. Semoga Alloh Swt. menggantinya dengan rizqi yang berlipat ganda,” tutur Jaro Ade.

Menurut Jaro Ade, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di awal tahun 2020 tersebut memang mengagetkan membuat panik seluruh warga Cileuksa, yang baru kali mengalami bencana yang dahsyat seperti ini. Warga tak tahu mesti berbuat apa menyaksikan rumah dan harta benda mereka hilang tersapu banjir bandang dan tertimbun tanah longsor. Warga hanya bisa pasrah. Bahkan sebagiannya terlihat putus asa. Warga yang masih selamat kemudian mengungsi ke balai desa, ke rumah-rumah warga yang sebagian kecil masih selamat, dan ke masjid.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.