Saturday, 22 February 2020

Biadab, Mucikari Cafe Paksa Anak Dibawah Umur Layani Pria Hidung Belang

Biadab, Mucikari Cafe Paksa Anak Dibawah Umur Layani Pria Hidung Belang

Jakarta – Ditreskrimum Polda Metro Jaya melalui Subdit 5 Renakta menangkap 6 tersangka dalam kasus perdagangan dan eksploitasi anak di bawah umur di Cafe Khayangan jalan Rawa Bebek RW.013, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kabid Humas PMJ Kombes Yusri Yunus mengatakan, keenam tersangka itu adalah Mami A, Mami T serta D (perempuan) dan TW, A dan E (pria). Dalam praktiknya keenam tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda.

“Mami A berperan memaksa anak melayani hubungan badan para tamu. A sekaligus pemilik Cafe Khayangan (menyediakan tempat), dan Mami T berperan memaksa anak melayani hubungan badan para tamu dan sebagai mucikari,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (21/1/2020).

Selanjutnya, D perempuan dan TW (laki-laki), berperan mencari anak ke daerah dan menjualnya ke mami. Kemudian, A (laki-laki) berperan sebagai calo Mami T dan E (laki-laki), berperan calo Mami A sebagai timer, cleaning service, penjaga kamar, pencatat dan pengumpulan bayaran PSK.

“Tersangka D dan TW mencari ke daerah dengan harga Rp 750 ribu sampai Rp 1 juta. Korban dijual ke hidung belang dengan harga Rp 150 ribu, namun korban hanya mendapat Rp 60 ribu. Rp 90 ribu buat biaya operasional,” terang Yusri.

Kemudian, Kabag Binopsnal Ditreskrimum PMJ AKBP Pujiyarto menambahkan, sindikat ini melakukan perlakuan sadis terhadap korban. Mereka dipaksa melayani 10 tamu per hari.

“Korban kalau tidak memenuhi target akan di denda dan tidak ada istilah haids. Mereka juga tidak ada pemeriksaan kesehatan,” paparnya.

Gaji korban di bayar setelah 2 bulan melakukan pekerjaannya. Omset cafe ini mencapai Rp 2 miliar per bulan.

Para tersangka dikenakan pasal berlapis. Pasal 76 l Jo Pasal 88 dan atau Pasal 76 F Jo Pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200 juta.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.