Saturday, 22 February 2020

Waduh! Ditemukan Fee Broker Fiktif di Jiwasraya

Waduh! Ditemukan Fee Broker Fiktif di Jiwasraya

Foto: Ilustrasi Jiwasraya. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebutkan adanya temuan baru dalam proses penyelidikan kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Temuan terbaru adalah adanya feebroker yang diberikan di luar biaya transaksi yang biasa dilakukan di Bursa Efek Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan terdapat tiga temuan yang saat ini didalami oleh penyidik. Selain feebroker tersebut, transaksi saham dan reksa dana yang dilakukan oleh asuransi pelat merah ini masih terus diperiksa.

“Ada yang disampaikan ada tiga kategori feebroker, kemudian saham dan reksa dana. Kalau jumlah transaksi ada 55 ribu transaksi yang saat ini diperiksa,” kata Hari, di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dia menyebutkan, fee broker yang dimaksud adalah sejumlah dana segar yang diberikan kepada seorang broker yang melakukan transaksi untuk Jiwasraya. Namun, Hari enggan untuk menyebutkan berapa besar fee yang diberikan tersebut.

“Fee broker itu kan gak boleh dapat fee kalau karyawan di situ. Masih kita cek berapa sih, itu yang masih diselidiki,” tandas Hari.

Berdasarkan data yang dirangkum, beberapa biaya di BEI terkait dengan transaksi saham yakni komisi broker atau brokerage fee.

Komisi merupakan biaya yang dibebankan pihak perusahaan sekuritas (broker) kepada investor dalam rangka proses penyampaian order transaksi baik jual maupun beli saham ke dalam sistem perdagangan elektronik BEI.

Jumlah fee di setiap sekuritas berbeda-beda, umumnya berkisar 0,15 – 0,25% hingga 0,25% – 0,35% dari nilai transaksi saham (sudah termasuk pajak pertambahan nilai/PPN), dan ditambah pajak penghasilan (PPh) 0,1% khusus untuk transaksi penjualan saham.

Biaya lainnya yakni biaya transaksi (Levy). Levymerupakan biaya transaksi yang dikenakan kepada investor setiap melakukan transaksi jual beli saham atas penggunaan jasa atau fasilitas transaksi Bursa. Besarnya levy tersebut 0,04% dari nilai transaksi hingga artikel ini diterbitkan (besaran transaksi tersebut untuk BEI (0,01%), KSEI (0,01%), biaya kliring KPEI (0,01%), dan ditambah dana jaminan KPEI (0,01%). 

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

  1. Anonymous

    Subsidi untuk rakyat miskin pemerintah tidak rela pegawai honorer untuk menangulangi pengangguran yg jelas butuh hanya untuk menyambung hidup pemerintah sdh akan berhentikan sementara gaji seluruh pejabat berikut tunjangan nya kalau mau jujur satu pejabat bisa untuk menggaji 100 orang tenaga honorer blm lagi yg di korupsi oleh para tikus tikus negara…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.