Selasa, 22 September 2020

Jokowi Jatuh Sebelum 2024?

Jokowi Jatuh Sebelum 2024?

Rocky Gerung.

Bandung, Swamedium.com — Bukan Rocky Gerung bila tak tajam dan pedas. Setajam silet dan sepedas cabe rawit.

Prediksi Rocky Gerung, Jokowi tak sampai 2024. Mungkinkah? Mungkin saja. Tak ada yang tak mungkin. Jokowi hanya manusia biasa. Tidak ada yang istimewa. Istimewanya hanya jabatannya, Presiden.

Terlalu banyak huru hara di tahun 2020. Blunder bagi Jokowi. Apalagi tidak dikelola dengan baik. Dikelola dengan baik pun tetap saja aibnya terbuka. Sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga.

Sebut misalnya, huru hara Jiwasraya, Asabri dan suap KPU. Konon Taspen sedang menunggu seperti skandal Asabri dan Jiwasraya.

Katanya akan dicicil 2 T. Darimana uangnya? Jual aset Benny Tjokrosaputra alias Bentjok dan Hary Hidayat? Apakah aset dua perampok tersebut cukup? Sisanya 11,7 T lagi dari mana?

Skenario cicilan apakah bukan upaya meredam gejolak publik dan nasabah Jiwasraya?

Jokowi jatuh bukan oleh oposisi karena oposisi sudah menjadi bagian Jokowi. Tidak mungkin PKS menjatuhkan Jokowi sekalipun PKS oposisi.

Gerakan Anti Jokowi ada? Banyak. Jutaan. Versi KPU ada sekitar 68.650.239 atau 44,50% rakyat Indonesia tidak memilih Jokowi.

Sayangnya, gerakan ini tidak ada yang memimpin. Belum ada tokoh secara terbuka dan berani yang memimpin gerakan anti Jokowi. Sekalipun ada, gaungnya sangat lemah dan sporadis. Belum diperhitungkan oleh lawan.

Jokowi jatuh bukan oleh makar karena tokoh-tokoh yang dituduh makar sudah pernah merasakan dinginnya hotel prodeo.

Lantas, Jokowi jatuh oleh siapa? Jokowi jatuh oleh Jokowi sendiri. Jokowi jatuh oleh pembusukan dari orang-orang disekililingnya.

Pada 2020 Jokowi mulai menghadapi krisis kepercayaan dari publik sebagai buah dari melambungnya harga-harga. Pembayaran bunga dan utang pokok lebih dari 646 trilyun sangat membebani APBN.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.