Selasa, 15 September 2020

Lutfi Mengaku Disiksa, Polda Metro Malah Menantang

Lutfi Mengaku Disiksa, Polda Metro Malah Menantang

Jakarta, Swamedium.com — Terdakwa kasus penyerangan terhadap aparat dan perusakan fasilitas umum, Lutfi Alfiandi mengaku disiksa dan disetrum oleh aparat kepolisian ketika diinterogasi.

Lutfi merupakan pemuda yang viral karena fotonya dengan bendera Merah Putih tersebar di dunia maya.

Momen itu terjadi saat diirnya mengikuti aksi tolak RKUHP dan RUU KPK di kompleks DPR RI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengaku belum mengetahui adanya tindak kekerasan yang dilakukan penyidik terhadap pemuda pembawa bendera saat aksi demo #STMMelawan beberapa bulan lalu.

“Belum dengar saya. Saya cek dulu, kalau saya cek sudah dapat (informasinya) saya kasih tahu,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Rabu (22/1/2020).

Kendati demikian, pihaknya tak keberatan bila Lutfi mengadukan tindakan tersebut kepada Propam Polda Metro Jaya.

Namun tuduhan intimidasi terhadap yang bersangkutan harus dibuktikan dengan fakta yang ada.

“Kalau benar ada penganiayaan (kepada Luthfi), keluarganya lapor saja ke Propam Polda Metro,” ujar Yusri.

Sebelumnya, Luthfi Alfiandi, pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM.

Lutfi mengaku dianiaya oknum penyidik saat ia dimintai keterangan di Polres Jakarta Barat.

Lutfi dipaksa mengaku bahwa dirinya telah melempar batu ke arah polisi.

Akhirnya desakan itu membuat dirinya mengaku, padahal hal itu tidak dilakukannya.

“Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah,” ujar Lutfi di hadapan hakim, Senin (20/1/2020).

“Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melemparm karena saya saat itu tertekan makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu,” katanya.

Sumber: Pojoksatu

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.