Selasa, 11 Mei 2021

Ulama itu Seharusnya…

Ulama itu Seharusnya…

Uus Rusad.

Jakarta, Swamedium.com — Ulama itu seharusnya tidak takut pada manusia. Ia hanya takut pada Allah SWT.

Banner Iklan Swamedium

Ulama itu seharusnya memiliki ilmu hanya untuk jihad fii sabilillah, bukan untuk meraih tahta dan harta.

Ulama itu seharusnya menjadi pemimpin umat agar umat selamat dunia dan akhirat, bukan yang menggiring umat jauh dari pertolongan Allah dan dekat pada tipu daya setan.

Ulama itu seharusnya yang selalu tegas dan berani untuk menasehati penguasa yang zolim dan jahat, bukan yang selalu menyetujui dan mendukung kezoliman dan kejahatan penguasa.

Ulama itu seharusnya yang selalu menyadarkan umat untuk kembali menerapkan hukum Allah secara kaffah, bukan yang selalu mempertahankan dan membenarkan berhala hukum buatan manusia.

Ulama itu seharusnya yang selalu mengajak umat untuk amar ma’ruf dan nahi munkar, bukan amar munkar dan nahi ma’ruf.

Ulama itu seharusnya yang selalu menempuh jalan derita, air mata dan darah dalam mendakwahkan Islam, bukan yang selalu cari posisi aman, menjilat penguasa, dan takut kehilangan tahta dan harta.

Ulama itu seharusnya yang selalu menangis ketika umat terlena dengan sistem kufur demokrasi dan memberhalakan Pancasila dan UUD 45, bukan merasa senang dan bahagia serta tidak merasa berdosa hidup dalam pengaturan sistem kufur demokrasi.

Ulama itu seharusnya yang selalu berani mengatakan kebenaran walaupun harus kehilangan pangkat, jabatan, dan kekayaan, bukan yang selalu takut ditinggalkan umat karena takut kehilangan uang dan kehormatan.

Ulama itu seharusnya yang selalu khusu mengkaji ilmu, mengamalkan ilmu, dan memdakwahkannya penuh keikhlasan dan ketawadhuan, bukan yang selalu khusu mengumpulkan harta, pamer kemuliaan, dan selalu menyombongkan kesolehan di depan umat tapi selalu merendahkan diri di hadapan penguasa zolim dan jahat.

Ulama itu seharusnya yang selalu mengingat mati, selalu memperbaiki diri, dan selalu berjuang hanya untuk umat dan agama karena takut tak memiliki hujjah ketika kelak di yaumul hisab Allah memintai pertanggungjawaban padanya.

Ulama itu seharusnya yang selalu meneteskan air mata saat umat dan agamanya jadi hinaan dan penistaan orang kafir dan munafik, bukan menangis karena ketiadaan harta dan kehormatan di hadapan umat dan penguasa.

Ulama itu seharusnya selalu hidup sederhana untuk diri sendiri karena lebih mengutamakan umat dan agamanya, bukan yang selalu memperkaya diri tapi lupa pada nasib umat dan agamanya.

Ulama itu seharusnya yang selalu berkorban harta, pikiran dan jiwanya untuk menegakkan kalimatullah di muka bumi, bukan yang selalu mengorbankan umat dan agamanya demi mengejar kenikmatan dunia.

Ulama itu seharusnya yang selalu benci apa yang Allah benci, bukan benci apa yang penguasa benci.

Ya Allah, jadikanlah seluruh ulama negeri ini sebagai ulama yang menjadi penolong agamaMu, bukan penista agamaMu! Aamiin. (*)

*Penulis: Uus Rusad

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita