Sabtu, 19 September 2020

Firaunisme Modern

Firaunisme Modern

Foto: DR Ahmad Sastra. (ist)

Bogor, Swamedium.com — Itulah mengapa, dalam sejarah selalu ada pertarungan antara manusia penengak kebenaran dan manusia kebatilan. Saat hadir Musa, maka hadir pula Fir’aun. Saat hadir Rasulullah Muhammad, hadir pula Abu jahal dan seterusnya.

Al Qur’an memaparkan rentetan sejarah Nabi-nabi terdahulu, sebagaimana diungkap oleh Sayyid Qutd adalah untuk diambil pelajaran melalui analisis interpretasi atas berbagai peristiwa yang melingkupi kita hari ini.

Target pembelajaran sejarah adalahagar kita bisa mengambil peran sebaga penegak kebenaran Islam [penolong agama Allah] sebagaimana para Nabi telah mencontohkan. Sebaliknya, jangan sampai kita menjadi pecundang yang justru memusuhi dan atau menghalangi tegaknya agama Allah.

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS Yusuf : 111).

Kita ambil salah satu paparan sejarah dalam Al Qur’an yakni kehadiran Musa yang Fir’aun. Istilah fir’aun tidak merujuk kepada nama, namun kepada sistem dan kondisi politik kekuasaan. Sebab raja fir’aun tidak selalu bernama fir’aun, namun menunjukkan indikator kekuasaan yang zolim dan diktator.

Karena itu interpretasi sejarah yang diulang oleh Allah dalam setiap zaman harus bisa kita baca secara cerdas, agar kita bisa mengambil peran yang benar. Setidaknya ada sepuluh karakter kekuasaan politik rezim fir’aun dalam al Qur’an’

1. KUFUR DAN MENDUSTAKAN AGAMA. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya) [QS An Nazi’at : 20-26].

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.