Saturday, 22 February 2020

Kisruh Omnibus Law

Kisruh Omnibus Law

Jakarta, Swamedium.com — Kemarin media massa ramai menulis tentang isu omnibus law tentang pasal 552 yang akan menghapuskan kewajiban sertifikasi halal, whatsapp, DM instagram dan telpon pun ramai bertanya pada saya tentang penjelasannya.

Saya meminta waktu sejenak untuk mempelajari link berita yang masuk melalui whatsapp dan DM, kemudian saya menghubungi beberapa pihak yang berkompeten untuk mendapat informasi utuh

Berikut adalah informasi yang saya dapatan dari BPJPH
Omnibus Law dalam konteks jaminan produk halal ditekankan pada empat hal.

Pertama, penyederhanaan proses sertifikasi halal. RUU Omnibus Law ini semangatnya pada percepatan waktu proses sertifikasi halal, baik di BPJPH, MUI, maupun Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Jadi harus ada kepastian waktu

Kedua, pembebasan biaya bagi usaha mikro dan kecil (UMK) saat akan mengurus sertifikasi halal. “Istilah yang muncul dalam pembahasan adalah di nol-rupiahkan. Di UU JPH sebelumnya menggunakan istilah ‘fasilitasi bagi UMK’,”

Ketiga, mengoptimalkan peran dan fungsi LPH, auditor halal, dan penyelia halal untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi halal. “Sejumlah persyaratan, prosedur, dan mekanismenya akan disesuaikan”,

Keempat, sanksi administratif dan sanksi pidana. “Arahnya bagaimana mendorong pelaku usaha untuk melakukan sertifikasi halal. Jadi pendekatan yang dikedepankan adalah persuasif dan edukatif. Karena itu, dalam pembahasan menghindari sanksi pidana, hanya sanksi administratif,”

Mengenai tidak wajibnya sertifikasi halal tidak ada dalam pembahasan

********
Adanya isu dicabutnya kewajiban sertifikasi halal berkembang menjadi dua opini

a. Sertifikasi halal ditiadakan
b. Sertifikasi halal kembali menjadi sukarela

Faktanya sertifikasi halal tidak mungkin ditiadakan dan kewajiban sertifikasi halal masih berjalan. entah siapa yang melempar isu tapi yang jelas tidak lucu, ditengah bergiatnya industri halal di seluruh negara. Apakah itu sekedat test water atau pengalihan isu, sungguh “koplak” rasanya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.