Saturday, 22 February 2020

Pandemi Coronavirus Pneumonia: Apa yang Perlu Diketahui?

Pandemi Coronavirus Pneumonia: Apa yang Perlu Diketahui?

Jakarta, Swamedium.com — DUNIA kembali dikejutkan dengan penyebaran virus pandemi yang kini dikenal virus Coronavirus yang merupakan jenis pneumonia (Paru).

Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru.

Pneumonia ini bisa menyebar ke siapa saja seperti anak-anak, remaja, dewasa muda, dan lanjut usia. Namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia.

Coronavirus berat tercatat dilaporkan di Kota Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. Awalnya tercatat 27 kasus dan berkembang menjadi 59 asus dengan usia penderita di antara 12-59 tahun.

Kasus kematian pertama terjadi pada pasien usia 61 tahun di Wuhan. Pasien tersebut juga memiliki penyakit lain yaitu liver kronis dan tumor abdomen.

Kemungkinan etiologi kasus ini berkaitan dengan Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang disebabkan Coronavirus dan pernah menimbulkan pandemi di dunia pada 2003.

Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) merilis jenis Betacoronavirus yang menjadi outbreak di Wuhan, terdapat 5 genom baru, yang berbeda dari SARS-coronavirus dan MERS- Coronavirus. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS.

Beberapa Coronavirus diketahui beredar pada peredaran darah hewan.

Gejala yang muncul pada pneumonia ini di antaranya demam, lemas, batuk kering, dan sesak atau kesulitan bernapas. Beberapa kondisi ditemukan lebih berat. Pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi. Metode transmisi dan masa inkubasi belum diketahui. Berdasarkan investigasi beberapa institusi di Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar ikan. Akan tetapi belum ada bukti yang menunjukkan penularan dari manusia ke manusia.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.