Selasa, 31 Maret 2020

FPI, GNPF, dan PA212 Serukan Aksi 212 ‘Berantas Korupsi Selamatkan NKRI’

FPI, GNPF, dan PA212 Serukan Aksi 212 ‘Berantas Korupsi Selamatkan NKRI’

Tokoh Front Pembela Islam, Munarman

Jakarta, Swamedium.com — Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 merencanakan aksi yang bakal digelar Jum’at 21 Februari 2020 terkait pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam rilis pernyataan aksi yang ditandatangani oleh Sekretaris Umum FPI Munarman, aksi ini dilatarbelakangi oleh mandek sejumlah kasus dan merasa penanganan hukum mangkrak. Penggagas ‘Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI’ juga berbicara soal lingkaran kekuasaan.

“Negara, dalam hal ini para aparat penegak hukum, hingga kini belum menunjukkan sikap yang serius untuk menuntaskannya. Diduga kuat mandeg dan mangkraknya penanganan kasus-kasus mega korupsi yang makin menggila tersebut karena melibatkan lingkaran pusat kekuasaan. Perilaku tersebut terjadi sebagai bagian dari modus korupsi mereka untuk pembiayaan politik guna meraih dan melanggengkan kekuasaan,” rilis dari pernyataan bersama FPI, GNPF Ulama hingga PA 212, Selasa (4/2/2020).

Aksi 212 juga soroti kasus korupsi terkait kasus dugaan suap PAW anggota DPR yang melibatkan eks caleg PDIP Harun Masiku dan eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Mereka juga menyinggung kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Kita tahu, para pejabat publik yang diberi amanah untuk menyejahterakan rakyat, justru berusaha saling melindungi antara satu dan pelaku mega korupsi lainnya. Apa yang terjadi pada operasi tangkap tangan (OTT) Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang melibatkan politisi PDIP Harun Masiku, menunjukkan secara terang benderang persekongkolan jahat tersebut. Selain skandal KPU-Harun Masiku, sejumlah kasus mega korupsi yang hingga kini tidak jelas penanganannya antara lain, Kasus yang menjerat Honggo selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kerugian negara mencapai Rp35 triliun, kasus PT Jiwasraya yang merugikan Rp13 triliun, dan kasus PT Asabri dengan kerugian Rp10 triliun,” dari bagian pernyataan yang dikirim Munarman.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.