Rabu, 01 April 2020

Jokowinomics Diprediksi Hancur Berantakan, Krisis Kepemimpinan dan Ekonomi Bakal Meledak

Jokowinomics Diprediksi Hancur Berantakan, Krisis Kepemimpinan dan Ekonomi Bakal Meledak

Foto: Presiden RI, Joko Widodo. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Rezim Jokowi dikhawatirkan  tidak akan selamat, bahkan gagal, hancur berantakan karena terlalu pro-China RRC, dan menganut Neoliberalisme ala Menkeu Sri Mulyani yang sangat bertentangan dengan Trisakti  Presiden Soekarno. Kepemimpinan Jokowi  dikhawatirkan gagal dan sudah tidak dipercaya pasar dan  rakyat lagi serta dunia Barat/negara maju. Dikhawatirkan krisis ekonomi meledak tahun ini.

“Kita dukung Pak Jokowi, namun janganlah mengkhianati amanat rakyat yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan dan kemandirian. Jokowinomics  yang Kapitalisme Liberal sudah gagal,  maka rakyat pun menilai, Jokowi telah membual keterlaluan karena janjikan Nawacita, namun yang diberlakukan Neoliberalisme ekonomi kapitalis predator yang menindas dan menyusahkan rakyat lapisan sedang dan bawah. Jokowi diprediksi bakal bubar dan jatuh di tengah jalan kalau tidak berubah ke arah ekonomi Pancasila/Trisakti yang berdaulat, adil dan berpihak ke rakyat,” kata analis Muh Nabil MA dari CSRC UIN Jakarta dan Darmawan Sinayangsah, peneliti senior LSM dan mantan aktivis Fisip UI. Kedua analis memberi peringatan dini yang tegas kepada pemerintah yang sudah lumpuh dan layu ini.

Tak hanya sektor riil yang hancur, bahkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi korban. Investor asing menjual saham BCA hingga setengah triliun lebih atau lebih tepatnya senilai Rp550,27 miliar. Alhasil, saham BCA pun tersungkur ke posisi Rp32,400 per saham anjlok 1,300 poin atau 3,86% dengan nilai transaksi Rp1,16 triliun. Skandal Jiwasrata, Asabri, Pelindo, dll jadi bukti hancurnya ekonomi Neolib ini.

Selain saham BCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga melemah 120 poin atau 2,62% ke posisi R[4,460 per saham. Hal ini juga terjadi karena investor asing memutuskan untuk menarik dananya yang tertanam di saham Bank BUMN ini senilai Rp231,93 miliar. Dimana, nilai transaksi investor di BBRI sepanjang hari ni Rp692,94 miliar. 

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.