Jumat, 03 April 2020

YLBHI: Pemberhentian Kompol Rosa, Bukti Nyata KPK Dilemahkan

YLBHI: Pemberhentian Kompol Rosa, Bukti Nyata KPK Dilemahkan

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI)-LBH Jakarta Asfinawati

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati menilai polemik penarikan penyidik KPK Kompol Rosa Purbo Bekti ke instansi asalnya, Polri adalah bukti nyata Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin melemahkan lembaga antirasuah itu. Diketahui, Kompol Rosa adalah penyidik yang ikut diperbantukan dalam kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) yang ikut menyeret caleg PDIP, Harun Masiku.

“Ini bukti nyata Firli sebagai ketua agendanya melemahkan KPK,” kata Asfinawati dalam keterangannya, Rabu (5/2).

Pelemahan yang dilakukan adalah, pertama, instansi asal yakni Polri tidak menarik Kompol Rosa. Kemudian, Rosa juga tidak melanggar etik. Ketiga, lanjut dia, Kompol Rosa ikut dalam penanganan kasus yang menjadi perhatian publik.

“Kita tahu, Kompol Rosa orang lagi berprestasi, lah kenapa malah tiba-tiba dikeluarkan. Ini aneh sekali,” ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, polemik ini adalah bukti bahwa Firli tidak untuk memberantas korupsi. “Ini jelas sekali Pak Firli bekerja untuk KPK atau yang lain pertanyaannya. Polri kan tidak minta kembali, ini motivasi Firli murni. Firli tidak mungkin kerja sendiri karena kasus ini organized crime, harus dilihat dia bekerja untuk siapa,” tuturnya.

Adapun, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana menilai, polemik penarikan penyidik KPK Kompol Rosa Purbo Bekti ke instansi asalnya merupakan upaya sistematis untuk mengacak-acak atau merusak sistem sumber daya manusia (SDM) KPK.

“Bagaimana mungkin, seorang penyidik yang sedang mengungkap skandal korupsi PAW di KPU dan dia juga belum selesai masa jabatannya di KPK, secara serta merta diberhentikan dari KPK dan dikembalikan ke Polri,” kata Kurnia saat dihubungi, Rabu (5/2).

Terlebih, kata Kurnia, Polri sudah mengatakan, bahwa Kompol Rossa tetap bekerja di KPK sampai masa jabatannya habis di KPK nanti. Menurut Kurnia, belum genap tiga bulan bekerja, namun sudah terlalu banyak kontroversi yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.