Jumat, 03 April 2020

Jokowi, ‘Kesaktian’ Freeport dan Ekonomi Minus Papua

Jokowi, ‘Kesaktian’ Freeport dan Ekonomi Minus Papua

Ketergantungan tersebut membuat ekonomi Papua rentan. Apa pun yang terjadi dengan perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu, ekonomi Papua akan terkena pengaruhnya.

“Kalau bicara Papua memang identik dengan Freeport. Tidak ada usaha yang lebih besar dari Freeport kalau bicara soal Papua,” ucap Yusuf, Kamis (6/2).

Yusuf mengatakan ketergantungan tinggi tersebut harus segera dihentikan. Menurutnya, jika terus dibiarkan, Papua tak akan pernah mandiri.

Yusuf mengatakan pemerintah pusat  sebenarnya tidak diam dengan masalah di Papua tersebut. Pemerintah sudah memberikan banyak ‘vitamin’  berbentuk dana otonomi khusus kepada Papua agar ekonomi di daerah tersebut bergerak.

Mengutip APBN 2019, pemerintah menganggarkan dana otonomi khusus untuk Papua dan Papua Barat sebesar Rp8,4 triliun. Dana itu dialokasikan untuk pembiayaan dan kesehatan.

Tak hanya itu, Papua dan Papua Barat juga mendapatkan jatah Rp4,3 triliun sebagai dana tambahan infrastruktur. Artinya, daerah tersebut mendapatkan dana khusus untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Namun sayang beribu sayang, dana tersebut belum terkelola dengan baik. Kemampuan sumber daya manusia (SDM) di Papua yang belum mumpuni dalam mengelola dana tersebut membuat uang yang digelontorkan pemerintah pusat ke Papua minim manfaat.

“Jadi kemampuan aparat di daerah belum terlalu mencapai level di mana mereka bisa mengeksekusi dana transfer daerah. Jadi belum bisa membuat program yang sesuai,” papar Yusuf.

Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menyinggung manfaat infrastruktur dibangun di Papua. Dia tak ingin ada pihak yang meragukan manfaat infrastruktur di Papua.

Dia pun mencontohkan butuh waktu empat hari empat malam dari Nduga ke Wamena beberapa tahun lalu. Namun saat ini, kata Presiden, waktu tempuhnya hanya empat hingga lima jam.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.