Jumat, 03 April 2020

Menagih Nawacita Jokowi Membangun SDM Unggul Melalui Indonesia Tanpa Rokok

Menagih Nawacita Jokowi Membangun SDM Unggul Melalui Indonesia Tanpa Rokok

Ketiga, Mendesak pemerintah untuk segera mensahkan revisi PP 109/2012 dan menerbitkan peraturan presiden terkait road map pengendalian tembakau untuk mengevaluasi tarif cukai dan implementasi DBHCHT, serta mendorong ekstensifikasi cukai produk selain tembakau dan minuman beralkohol, mendorong ekstensifikasi cukai produk selain tembakau dan minuman beralkohol. Serta harmonisasi lintas bidang dan lintas sektoral.

Keempat, Mendesak pemerintah melakukan pembatasan distribusi produk rokok pada retail (minimarket dan warung kelontong) untuk mencegah perokok anak dan perokok dari masyarakat miskin. Saat ini penjualan rokok secara retail bebas dan tidak diatur sehingga anak-anak dan masyarakat miskin bisa membeli dengan mudah tanpa memperhatikan kemampuan mereka.

Kelima, Pemerintah harus segera melakukan pengembangan industri dengan prinsip “Sustainable Investment”. Indonesia saat ini menjadi salah satu negara tujuan investasi untuk industri halal yang sesuai dengan konsep berkelanjutan (sustainability), ini menjadi salah satu alternatif pengembangan investasi Indonesia untuk shifting penerimaan dari industri yang memiliki dampak negatif di masyarakat seperti Industri rokok.

Keenam, Mendesak pemerintah untuk membuat regulasi pelarangan rokok elektronik sesuai dengan fatwa haram e-cigarette oleh Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Ketujuh, Seluruh kota dan kabupaten di Indonesia “Harus 100% menerapkan Kawasan Tanpa Rokok”, pelarangan total iklan, promosi, dan sponsorship rokok serta pelarangan pemajangan (display) produk rokok di tempat-tempat penjualan.

Demikian rilis yang disampaikan Center of Human and Economic Development Jakarta
Institute Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, pada Jumat (7/2/2020).

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.