Rabu, 01 April 2020

Penjebak Pekerja Seks Bisa Dikenakan Pasal Penyertaan

Penjebak Pekerja Seks Bisa Dikenakan Pasal Penyertaan

Foto: Andre Rosiade.

Jakarta, Swamedium.com — Pengajar hukum di Universitas Trisakti Asep Iwan Iriawan mengatakan pihak yang menjebak pekerja seks agar diproses kepolisian bisa dijerat dengan pasal penyertaan.

“Enggak ada istilah dijebak [dalam hukum], tapi [ada] orang memfasilitasi, membuktikan adanya begituan, itu dikenakan penyertaan,” kata dia, Kamis (6/2).

“Kalau ada orang menyediakan tempat memancing masuk ke situ [lokasi penjebakan],” imbuhnya.

Hal ini dikatakannya dalam merespons kasus dugaan penjebakan pekerja seks, NN, oleh Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade. Tujuannya, membuktikan bahwa ada prostitusi yang dipesan via online di Sumbar.

Polisi kemudian menetapkan NN dan seorang muncikari sebagai tersangka pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Asep menambahkan pada dasarnya perempuan yang menjajakan diri tak bisa dijerat pasal di KUHP. Yang bisa dijerat, kata dia, hanya muncikari yang berperan memudahkan aksi prostitusi itu.

“[Yang kena] cuma muncikari, [Pasal] 295, 296 [KUHP],” ucapnya.

Namun demikian, dia menyebut masih ada pasal 27 ayat (1) UU ITE yang bisa digunakan menjerat tindakan prostitusi.

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku siap diperiksa MKD terkait dugaan penjebakan pekerja seks. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

“Kalau wanitanya main online, nyebutin ukuran dan lain-lain, itu pasal kesusilaan 27 [UU ITE],” kata Asep.

Diketahui, pasal penyertaan pada KUHP terdiri dari Pasal 55 dan Pasal 56.

Pasal 55 berbunyi, “Dipidana sebagai pelaku tindak pidana: 1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan.

2. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.”

Pasal 56 menyatakan, “Dipidana sebagai pembantu kejahatan: 1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.