Wednesday, 19 February 2020

Menggugah Generasi Masa Kini untuk Cinta pada Sastra Betawi

Menggugah Generasi Masa Kini untuk Cinta pada Sastra Betawi

Foto: Ilustrasi generasi muda Betawi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Cerita Betawi salah satu khasanah sastra Betawi yang telah lama dikenal masyarakat. Bahkan pada periode tertentu tahun1960 sampai 1980-an cerita Betawi amat sohor di Tanah Air melalui terbitan di media cetak.

Salah seorang yang ikut andil besar mempopulerkannya adalah Firman Muntaco dengan karyanya yang tersebar di berbagai media cetak. Nama lain yang juga tak kalah tenar adalah SM Ardan dengan kumpulan cerita pendeknya di buku Terang Bulan Terang Di Kali. Masa kekinian ada penulis Zen Hae, Chairil Gibran Ramadhan, Hairul Haq, dan Aba Mardjani. Karya Aba Mardjani malah masuk dalam cerita pendek pilihan Kompas.

Selain cerpen, ada banyak penulis Betawi yang berkiprah dalam penulisan puisi dan novel. Penulis itu antara lain, Ridwan Saidi (puisi dan novel) Yahya Andi Saputra (Menulis 3 buku puisi dan puluhan antologi), Jeffry J. Alkatiri, Yamin Azhari, Asep Setiawan, Jaronah Abdullah, Wahyu Toveng, dan lainnya.

Menyadari pentingnya untuk membangkitkan minat terhadap cerita pendek Betawi, Yayasan Baca Betawi menggandeng Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Lembaga Kebudayaan Betawi menggelar lomba Baca Cerpen Betawi yang diadakan pada 9 Februari 2020 di Lobby Perpustakaan Umum Daerah Cikini (Taman Ismail Marzuki).

Tema acara yang dipilih adalah Sastra dan Kita. Tujuannya agar sastra Indonesia, khususnya cerita pendek Betawi bisa lebih dekat dikenal masyarakat.

Sebelum menggelar acara lomba ini, Yayasan Baca Betawi pernah bersinergi dengan Dewan Kesenian Jakarta membuat acara Pekan Sastra Betawi pada Agustus 2019. Ajang Lomba Baca Cerpen ini merupakan bukti konsistensi Yayasan Baca Betawi pada pengembangan dunia literasi, khususnya sastra Betawi.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.