Rabu, 01 April 2020

Dianggap Gagal, Siapa Ketum PAN Setelah Zulhas?

Dianggap Gagal, Siapa Ketum PAN Setelah Zulhas?

Zulkifli Hasan sedang berbincang dengan Amien Rais.

Jakarta, Swamedium.com — Hari ini, Senin 10 Februari PAN mengadakan kongres di Kendari Sulawesi Tenggara. Empat calon yang muncul: Zulkifli Hasan (Zulhas), Asman Abnur, Drajat Wibowo dan Mulfachri Harahap.

Zulhas adalah incumbent. Mestinya paling berpeluang. Semua kekuatan dan jaringan di tangan. Apalagi penguasa kebarnya memberi dukungan. Amien Rais bilang: pihak ketiga seharusnya gak ikut campur di kongres PAN. Begitu sindirnya. Siapa pihak ketiga? Yang dimaksud Amien pasti bukan Tuhan.

Meski incumbent, Zulhas dianggap gagal memimpin PAN selama lima tahun terakhir. Banyak kader yang mempersoalkan perolehan kursi PAN di DPR pada pemilu 2019 lalu. Dari 49 kursi turun jadi 44 kursi. Padahal, dua partai pengusung Prabowo-Sandi mengalami kenaikan. Gerindra naik dari 73 kursi jadi 78 kursi. PKS naik dari 40 kursi jadi 50 kursi. Di tengah eforia dan soliditas umat, mengapa justru suara PAN turun? Fakta ini dijadikan peluru tajam bagi kubu lawan untuk menyerang Zulhas. Baik kubu Asman Abnur, Mulfachri Harahap maupun Drajat Wibowo, semuanya menyoal kegagalan ini. Kalau sudah gagal, kenapa harus maju lagi? Begitu kira-kira narasi mereka.

Apalagi di dalam tradisi kepemimpinan PAN, setiap ketua umum hanya memimpin satu periode. Tradisi inilah yang nampaknya berupaya
dijaga dan dipertahankan oleh umumnya kader PAN. Ini baik sebagai proses regenerasi dan kaderisasi yang sehat.

Selain dua faktor ini, Zulhas juga dituduh telah membangun partai dengan pola sentralistik. Terutama dalam penentuan calon kepala daerah. Kabarnya, semua dimainkan oleh Pusat. Belum lagi kasus suap hutan yang menyebut-nyebut nama Zulhas.

Kendati demikian, di dalam politik, varian variabelnya sangat banyak dan dinamis. Maka, tak ada yang mutlak. Semua kemungkinan tetap terbuka. Apalagi demokrasi di Indonesia, elektabilitas lebih sering dikendalikan oleh uang, bukan oleh integritas dan kapasitas.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.