Minggu, 24 Januari 2021

Sempat Melarang, Setneg Akhirnya Izinkan Formula E Digelar di Monas

Sempat Melarang, Setneg Akhirnya Izinkan Formula E Digelar di Monas

Foto: Surat Komisi Pengarah izinkan Monas untuk Formula E. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kementerian Sekretariat Negara selaku Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Taman Merdeka akhirnya menyetujui kawasan Monas untuk digunakan sebagai sirkuit balap Formula E. Rencananya Formula E akan digelar Juni tahun ini.

Banner Iklan Swamedium

Dalam surat yang diterima, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno selaku Ketua Komisi Pengarah telah menandatangani surat izin penggunaan kawasan Monas. Surat ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Ya (Komisi Pengarah setuju). Kemudian Komisi Pengarah mengkaji ulang dan dalam surat jawaban resmi tanggal 7 tersebut menyetujui penyelenggaraan di kawasan Medan Merdeka (Monas) tetapi dengan memperhatikan beberapa hal,” kata Sekretaris Kemensetneg Setya Utama, di Jakarta, yang dikutip Kumparan, Ahad (9/2).

Keputusan tersebut dinilai mengejutkan sebab belum lama tepatnya 5 Februari lalu Kemensetneg menyatakan melarang kawasan Monas digunakan sebagai sirkuit Formula E. Mereka meminta Pemprov DKI Jakarta mencari lokasi lain untuk pelaksanaan Formula E.

Dalam surat izin itu, Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Taman Merdeka meminta empat poin yang harus dipatuhi Pemprov DKI, yakni:

1. Dalam merencanakan konstruksi lintasan tribun penonton dan fasilitas lainnya harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, antara lain UU No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya;

2. Menjaga keasrian, kelestarian vegetasi pepohonan dan kebersihan dan kebersihan lingkungan di kawasan Medan Merdeka.

3. Menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan Medan Merdeka.

4. Melibatkan instansi terkait guna menghindari perubahan fungsi, kerusakan lingkungan dan kerusakan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka.

Setya menegaskan, pelaksanaan Formula E di Kawasan Monas mesti mematuhi peraturan perundang-undangan dan keputusan Ketua Komisi Pengarah.

“Tetapi, dengan memperhatikan beberapa hal, utamanya harus dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan (ada hal-hal lain juga yang harus diperhatikan dan dipenuhi). Jadi kita semua berpedoman pada surat jawaban resmi tanggal 7 Februari tersebut,” jelas Setya.

Monas sendiri, lanjut Setya, masuk dalam kategori Taman Medan Merdeka. Hal itu dijelaskan dalam Kepres No 25 Tahun 1995 dalam Pasal 1 Huruf A. “Kawasan Medan Merdeka, coba lihat di Keppres 25 Tahun 95, termasuk ketiga lampirannya,” ungkap Setya sembari menunjukkan lampiran Kepres yang dimaksud.

Dia mengatakan, dalam rapat Komisi Pengarah yang menyetujui kawasan Monas menjadi sirkuit juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dalam rapat komisi pengarah, Gubernur (Anies) ada,” katanya.

Sebelumnya, setelah menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur DKI Anies Baswedan pada Rabu (5/2), Setya mengatakan, bahwa Komisi Pengarah tak setuju Kawasan Monumen Nasional (Monas) diusulkan menjadi lokasi perhelatan balap mobil listrik tersebut.

“Formula E nanti saya sampaikan rapat komisi pengarah, bahwa tidak menyetujui apabila dilaksanakan di dalam area Monas. Diizinkan tapi di luar kawasan Monas,” kata Setya Utama di Kantor Kemensetneg, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/2). (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita