Selasa, 14 Juli 2020

Surat Terbuka Buat Puan Maharani atas Perbuatan Andre Rosiade

Surat Terbuka Buat Puan Maharani atas Perbuatan Andre Rosiade

Jakarta, Swamedium.com — Kepada Yang terhormat, pimpinan DPR RI, Puan Maharani, dan Pimpinan DPR lainnya seperti Muhaimin Iskandar, Azis Syamsuddin, Sufmi DASCO Ahmad, dan Rachmad Gobel, yang gagal mengawasi anggotanya.

Kami dari Aliansi Lembaga Analisa Kebijakan dan Anggaran (ALASKA) ingin Menyikapi polemik yang baru-baru ini terjadi “dugaan pelanggaran kode etik” yang dilakukan saudara Andre Rosiade anggota DPR RI, dapil Sumatera Barat 1.

Maka Saya yang bernama Adri Zulfianto sebagai kordinator ALASKA, dan yang juga kelahiran Padang, Sumatera Barat merasa terpanggil untuk ambil sikap atas tindakan anggota dewan yang tidak terhormat ini.

Diketahui, pada hari Minggu 26 Januari 2020 saudara Andre Rosiade melakukan penggerebekan dugaan prostitusi online terhadap perempuan berinisial NN yang bertempat di salah satu hotel berbintang kota Padang Sumatera Barat.

Tindakan yang dilakukan saudara Andre Rosiade, kemungkinan melanggar wewenang hukum yang berada di ranah kepolisian. Diduga saudara Andre Rosiade, melakukan pencarian bukti secara paksa di lapangan. Sebagai anggota dewan, seharusnya Andre Rosiade paham batas tugas dan wewenangnya, namun ia justru melabrak aturan seperti jagoan.

Selain itu, cara pandang saudara Andre Rosiade sangat mengkhawatirkan, anggota dewan terhormat ini tidak melihat Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam hal ini saudari NN sebagai korban dari kekerasan struktural yang menempatkannya sebagai objek seks, karena berbagai alasan termasuk ekonomi.

Sebagaimana fakta yang terjadi saat penggerebekan, alih-alih menunjukkan ke publik pelanggan PSK dan Germo sebagai pihak yang sering mengeksploitasi perempuan, dalam kasus ini malah sebaliknya. NN diduga “sempat dipakai” oleh pelanggan yang diduga menyamar suruhan Andre, ia kemudian digerebek dan dikondisikan dalam keadaan telanjang. Cara berpikir Andre Rosiade dalam membuat skema penggerebekan sangat mengerikan karena bisa menindas kaum perempuan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.