Rabu, 01 April 2020

Virus Corona, Singapura dan Indonesia

Virus Corona, Singapura dan Indonesia

Foto: Syahganda Nainggolan.

Jakarta, Swamedium.com — Orchard Road, Kampung Bugis, dan Little India merupakan kenangan indah bagi puluhan juta pelancong Indonesia yang pernah menikmati tamasya ke Singapura. Para penjudi kita lebih mengenang lagi casino di Sentosa Island. Bahkan, konon ada seorang mantan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) masih menyimpan uangnya Rp. 600 Milyar di Kasino itu.

Bagi pengusaha Indonesia, Singapura sudah menjadi rumah kedua. Ada yang memanfaatkan Singapura sebagai “international hub” bagi ekspansi bisnis mereka. Tapi ada juga seperti bisnis keluarga Erick Tohir, menteri BUMN RI, yang diberitakan berbagai media tahun lalu, melakukan potensi kejahatan, di mana perusahaan mereka diberitakan memindahkan pajak sebesar $125 juta alias 1.710.125. 000.000 rupiah.

Atau ada juga tuduhan mafia migas Indonesia yang dianggap bermarkas di Singapore.

Tidak adanya perjanjian ekstradisi kriminal Indonesia – Singapura, dianggap menjadikan Singapura tempat perlindungan terdekat penjahat kerah putih Indonesia. Sebelum tax Amnesty, diberitakan sekitar 4000 triliun uang segelintir orang Indonesia diparkir di sana.

Hari ini Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, telah berpidato di televisi dan media lainnya terkait penyebaran virus corona yang semakin mencekam di Singapura. Pemerintah menaikkan level bahaya ke warna orange. Lee sedang merespon kepanikan masyarakat “city state” berpenduduk 5,5 juta jiwa itu, di mana penduduk sudah ketakutan dan berlomba2 membeli stok makanan.

“Kita yakin bahwa bersama2, kita boleh melewatkannnya”, kata Lee dalam bahasa Melayu. Lee mengingatkan mereka dahulu juga mereka pernah mengatasi serangan virus SARS.

Kejadian panik warga Singapura dan respon Lee tentu menjadi tanda keguncangan besar negara tetangga ini. Sudah 40 kasus virus korona sejauh ini, termasuk seorang TKW Indonesia. Kepanikan ini beralasan, 1) Sudah terjadi penyebaran di Singapura di antara mereka, bukan lagi pendatang dari RRC. Seperti TKW Indonesia itu, tidak pernah ke RRC. 2) Turis atau pelancong RRC adalah yang terbanyak datang ke Singapura. Sumber di mana “outbreaks” virus corona. 3) Singapura adalah negara kota, tidak punya tempat lain untuk menjauh atau melarikan diri.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.