Rabu, 01 April 2020

Virus Corona Disebut Sudah Merenggut Lebih dari 50.000 Nyawa di China

Virus Corona Disebut Sudah Merenggut Lebih dari 50.000 Nyawa di China

Jakarta, Swamedium.com — Pemerintah China merilis korban meninggal akibat virus corona adalah hanya 800 orang. Sementara korban meninggal di seluruh dunia selain China sudah 774 orang. Jika ditotal maka korban yang mennggal akibat virus corona ini sudah 1.574 orang.

Namun, pemerintah China sepertinya sudah berohong kepada dunia. Sebab seorang pelapor mengungkapkan fakta sebenarnya berdasarkan hasil pembakaran mayat sebuah tempat kremasi di Kota Wuhan, China.

Menurut Guo Wengui, soerang pengusaha China yang diasingkan ke Amerika Serikat itu, korban meninggal akibat virus corona di China sudah lebih dari 50.000 orang.

Hal itu disampaikan Wengui dalam sebuah wawancara dengan mantan kepala ahli strategi Gedung Putih, Steve Bannon.

Dia juga mengklaim memiliki informasi orang dalam bahwa ada 1,5 juta kasus virus korona yang dikonfirmasi di Cina. Wengui dengan tegas menyatakan bahwa jumlah tersebut tidak hanya yang dikarantina atau “dalam pengamatan” tetapi juga mengkonfirmasi kasus infeksi coronavirus.

“Jadi saya mendapat informasi orang dalam. Yang benar adalah 1,5 juta orang bukan hanya pengamatan, itu dikonfirmasi [kasus]. Dan jumlah orang yang telah meninggal, seperti yang ditunjukkan oleh tubuh yang terbakar, adalah lebih dari 50.000 orang,” kata Wengui.

Tiongkok telah berjuang untuk mengatasi virus corona. Tetapi juga telah berjuang untuk menahan protes publik terhadap sensor dan kontrol informasi yang ketat.

Li Wenliang, yang membunyikan alarm tentang penyakit itu, meninggal karena infeksi dan meninggal minggu ini. Pemerintah Cina menangkapnya karena mengungkapkan kemunculan virus corona. Kemudian para pejabat berusaha menekan berita kematiannya.

Setelah itu, jutaan warga Tiongkok melihat tagar #IWantFreedomOfSpeech di media sosial berbahasa Mandarin. Tetapi pemerintah Cina juga menyensornya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.