Minggu, 05 April 2020

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Foto: Anton Permana. (ist)

Awalnya penulis masih berpikiran positif, bahwa bisa jadi BPIP ini dibentuk untuk mengawal Presiden serta para bawahannya agar menjalankan pemerintahan sesuai dengan Pancasila. Seperti contoh ;

Dalam hal penegakan hukum sudah sesuai dengan Pancasila belum ? Dalam menggunakan aset dan uang negara sudah sesuai Pancasila belum ? Dalam hal ekonomi dan kesejahteraan rakyat sudah sesuai Pancasila belum ? Dalam mengelola sumber kekayaan alam negara sudah sesuai apa belum ? Atau yang paling sakral, negara dalam memainkan peran sosial pemerintahannya sudah sesuai Pancasila atau belum ?

Dan ternyata, keraguan dari awal penulis terjawab sudah dengan blunder pernyataan ketua BPIP hari ini yang mengatakan bahwa, “Musuh utama Pancasila itu adalah agama”.

Sontak pernyataan ketua BPIP Yudian Wahyudi yang juga rektor UIN Sunan Kalijaga ini memantik kemarahan masyarakat berbagai kalangan, khususnya ummat Islam yang mayoritas dinegeri ini. MUI langsung mengeluarkan pernyataan keras agar Presiden mencopot ketua BPIP. Fraksi PKS pun melalui wakil ketuanya Dr Almuzzamil juga mengeluarkan pernyataan keras dan tegas. Bahkan Fadli Zon wakil ketua Gerindra meminta BPIP dibubarkan saja.

Pernyataan blunder seorang lembaga terhormat ini telah memantik kemarahan masyarakat. Sebagai alumni Lemhannas atau mungkin siapa saja semasa sekolah dulu sempat mengenyam pelajaran P4 atau PMP pasti akan merasakan sebuah “distorsi” pikiran yang radikal atas pernyataan yang menurut penulis kebablasan itu.

Pernyataan ketua BPIP tersebut langsung mengingatkan kita kembali kepada prinsip dan doktrin dasar komunis Karl Marx yang mengatakan bahwa, “Agama itu adalah candu”.

Kalau yang menyatakan itu masyarakat awam, kita mungkin hanya cengengesan dan berkata, “Ahh paling dia itu anak keturunan PKI, yang pasti anti Islam”. Tapi bagaimana kalau yang mengeluarkan pernyataan itu adalah ketua BPIP yang digaji besar, dan dari sebuah lembaga yang dibuat sakral dan sakti atau serba paling hebat dan palng tahu tentang Pancasila ?

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.