Minggu, 05 April 2020

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Foto: Anton Permana. (ist)

Ada beberapa hal yang mesti kita ingatkan bersama, dampak dari pernyataan ketua BPIP itu.

1. Kenapa yang jadi ketua BPIP itu justru adalah orang yang tak paham dengan Pancasila ? Anehkan ?. Pernyataan yang mengatakan bahwa “agama adalah musuh utama Pancasila” bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia sesuai bunyi pasal 29 (ayat) 2 yaitu, “Negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk menjalan agama dan kepercayaannya sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing”.

Sedangkan kalau kita menterjemahkan maksud komentar ketua BPIP itu, bahwa kebencian terhadap agama, selalu berupaya menjauhkan agama dari kehidupan bernegara, atau parahnya lagi membuat agama adalah sebagai musuh dan ancaman negara itu adalah murni dan konkrit doktrin ala komunis. Awalnya mungkin bertahap bagaimana menjauhkan masyarakat dari agama dengan isu tuduhan radikalisme, dilarang pakai symbol agama, kurikulum pendidikan diganti nilai sekulerisme (memisahkan agama dgn kehidupan), kemudian baru pada titik tertentu doktrin komunis ini bermuara pada sikap anti Tuhan dan benci kepada agama.

2. Pernyataan ketua BPIP yang baru saja dilantik Presiden, bisa dianggap representasi dari pikiran dan ideologi pemerintahan hari ini. Secara lugas, tentu kelompok ini pasti tidak akan mengakui hal ini. Tetapi secara fakta yang kita rasakan saat ini ; pengelolaan negara hari ini semakin jauh dari nilai spritualitas keagamaan. Saat ini semakin langka dan hambar kita menemukan bahasa-bahasa keagamaan, nilai spritualitas agama. Padahal bunyi dari sila pertama dari Pancasila itu adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang artinya, ini murni bahasa spritual keagamaan dimana negara ini tidak boleh mengabaikan nilai-nilai dasar Ketuhanan yang bersumberkan kepada agama. Tapi fakta yang terjadi, ada upaya sistematis mau menjadikan aura keagamaan itu seolah sesuatu yang menakutkan, mengerikan, dan kalau seorang nasionalis itu mesti tidak agamais. Atau sebaliknya, kalau orang yang agamais itu di cap pasti tidak nasionalis alias Radikal.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.