Rabu, 08 April 2020

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Foto: Anton Permana. (ist)

3. Sebenarnya secara kasat mata, kita sudah dapat melihat bagaimana secara kultural dan ruh pengelolaan pemerintahan, nilai dasar dan doktrin komunisme itu sudah begitu dalam masuk kedalam darah pengelolaan pemerintahan hari ini. Apakah ini secara sadar atau tidak sadar, mari kita analisa bersama.

Pertama, kita dapat melihat bagaimana pemerintah hari ini seolah merepresentasikan dirinya itu adalah negara. Jadi siapa yang bertentangan dengan kepentingan kekuasaannya akan dianggap musuh negara. Padahal Indonesia ini adalah negara demokrasi bukan negara otoriter.

Kedua, menganggap presiden itu adalah symbol negara. Dan kalau ada yang mengkritik Presiden akan dianggap menyerang symbol negara. Padahal MK telah menghapuskan pasal otoriter ala kolonial ini dalam KUHP. Namun faktanya, banyak rakyat kita yang dipenjara tanpa rasa keadilan. Dan presiden saat ini begitu dikultuskan seolah tidak terpisah dengan negara.

Nah pola menganggap penguasa itu adalah negara, presiden itu adalah negara, semua itu jelas pola yang berlaku dinegara komunis. Jadu jangan heran, kalau kita hari ini merasakan bagaiamana sikap otoritarian ini semakin dahsyat namun dibungkus oleh “casing” seolah merakyat. Buktinya, pemerintah hari ini begitu anti kritik dan doyan memenjarakan rakyatnya menggunakan pasal karet (subjective) dari UU ITE.

Kedua, sejak negara ini berdiri sekarang lah kembali tahap kedua kita merasakan bagaimana pemerintah begitu agresif mengacak-ngacak kehidupan beragama rakyatnya sendiri. Kalau dulu pertama kali era Soekarno, yang memenjarakan ulama kharismatik Buya Hamka, membubarkan Partai Islam Masyumi dan HMI. Soekarno dulu juga sangat agresif terhadap siapa saja yang menentang ajaran Nasakom. Dan ajaran ini murni infiltrasi PKI ketika itu yang puncaknya adalah pemberontakan G 30 S PKI yang berhasil ditumpas TNI bersama rakyat.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.