Minggu, 05 April 2020

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Foto: Anton Permana. (ist)

Ketiga, secara terang-terangan banyak partai politik di Indonesia yang melakukan kunjungan kerja ke partai komunis China. Padahal, komunisme itu haram hukumnya di Indonesia sesuai dengan TAP/MPR/XXVI/Tahun 1966. Dan UU nomor 27 Tahun 1999. Jadi jangan heran kalau pola komunisme, cara main kayu, halalkan segala cara untuk ambisi politik semakin marak dinegeri ini.

Para politisi kita hari ini banyak yang tidak bisa lagi membedakan mana yang halal, haram, semua dihantam. Mana yang oppurtunis dan mana yang nasionalis semakin tak jelas.

4. Style ciri khas ala komunisme itu ; jago adu domba, raja fitnah (hoax), ahli propaganda, jago bolak balik fakta, serta mahestro dalam tipu daya.

Sekarang kita sangat merasakan bagaimana sesama anak bangsa hari ini terpecah belah begitu tajam dan dalam. Perseteruan antara Cebong dan Kampret berlanjut menjadi Kadrun Vs Kodrun. Masyarakat antar agama diadu domba dengan sentimen agama. Para non muslim radikal digosok-gosok, di doktrin, di provokasi agar bersama sama secara tak sadar jadi alat (agen) yang setiap saat membenci Islam dan menyerang siapa saja yang berpihak pada Islam. Lihatlah mereka dimanapun berada. Para kelompok non-muslim radikal ini aktif mempropagandakan isu basi radikalisme, intoleransi, Pancasila yang seolah hanya mereka yang baik dan Islam itu jahat.

Para pendukung Ahok yang militan, dimanfaatkan dan selalu dihasud dan diperalat untuk menyerang para tokoh Islam. Mereka ini sasaran empuk untuk di bakar dan digunakan (peralat) untuk menyerang apa saja berbau dan menjadi symbol Islam.

Begitu juga secara internal Islam. Juga di adu domba ala Abu Janda. Bagi siapa yang mau caci maki Islam akan diberikan fasilitas dan dijamin tidak tersentuh hukum. Lihat Ade Armando, Abu Janda, Dewi Tanjung, dan Sukmawati yang sudah beberapa kali dilaporkan ke Polisi tapi tak pernah digubris. Mereka seolah kebal hukum dan dilindungi. Tapi lihat ketika yang diserang itu penguasa oleh rakyat biasa, langsung di penjarakan.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.