Minggu, 05 April 2020

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Bubarkan BPIP, Waspada Penyebaran Pancasila Rasa Komunis

Foto: Anton Permana. (ist)

5. Ciri komunis selanjutnya adalah ; akan selalu menjadikan agama sebagai muara kebencian dan fitnah. Intinya adalah bagaiamana pada akhirnya nanti masyarakat takut dan alergi dengan agamanya sendiri. Dan meninggalkan segala bentuk aturan agamanya sendiri.

Dan cara menyudutkan agama ini sedemikian rupa adalah “orgasme” para penganut paham komunis. Kepuasan yang tak terhingga baginya kalau sudah bisa mencaci maki agama dan symbolnya. Mencaci maki dan memperolok/olok agama khususnya Islam bagaikan sebuah prestasi tertinggi bagi mereka.

Dan cara ini juga adalah cara paling efektif untuk membungkam para kelompok agamais, agar segala kebusukan pemerintahannya tertutupi.

6. Pernyataan ketua BPIP ini akhirnya membuka tabir labirin kepura-puraan siapa sebenarnya rezim hari ini.

Mereka yang teriak Pancasila, justru merekalah yang mengangkangi Pancasila. Mereka yang teriak NKRI, ternyata bahagian kelompok mereka yang ingin merdeka di Papua. Mereka yang selama ini ngaku paling toleransi, ternyata justru merekalah yang intoleransi, rasis, dan penuh kedengkian terhadap cara berpakaian dan beribadah ummat Islam. Pancasila dijadikan mereka sebagai “alat pemukul” bagi kelompok yang bersebrangan dengan pemerintah. Dan inilah yang penulis maksud dengan Pancasila cita rasa komunis.

Untuk itu pada kesempatan ini penulis perlu menyampaikan bahwa ;

1. Meminta dengan segera kepada Presiden atas nama rakyat yang beragama serta menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, agar membubarkan BPIP yang tidak ada manfaatnya terhadap negeri ini.

2. Tindak tegas ketua BPIP atas pasal penistaan terhadap agama. Karena secara konseptual dan nilai, tidak ada pertentangan antara Pancasila dan Agama. Dan masalah ini sudah tuntas di bahas oleh para pendiri bangsa ini dimasa awal kemerdekaan. Jangan dicongkel-congkel lagi dengan berbagai alibi yang tujuannya hanyalah untuk mengadu domba sesama anak bangsa.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.