Rabu, 01 April 2020

Kegelapan COVID 19: Kredibilitas dan Otoritas

Kegelapan COVID 19: Kredibilitas dan Otoritas

Sampel virus corona.

Jakarta, Swamedium.com — WHO mengumumkan 11/02 bahwa virus corona wuhan memiliki nama baru yaitu COVID 19. Singkatan dari COrona Virus dengan IDentitas muncul tahun 2019.

WHO meminta seluruh negara di dunia menjadikan COVID 19 sebagai musuh utama negara no.1 (public enemy number one).

Ketika WHO memberi nama baru, otoritas China juga mengumumkan metode baru yang membuat angka warga yang terinjeksi COVID 19 berubah drastis.

Kemarin 12/02, Mereka yang terdeteksi COVID 19 bertambah menjadi 14.840 kasus di propinsi Hubei dalam sehari sehingga total warga negara China menjadi 58,805 kasus COVID 19.

Angka kematian pun tiba-tiba bertambah 242 kematian dalam satu hari sehingga total korban jiwa COVID 19 adalah 1,367.

Kenaikan tajam tersebut mengindikasikan betapa sulitnya para petugas medis China untuk mengukur luasnya virus corona khususnya di pusat epicenternya di Wuhan dimana ribuan orang sakit tanpa di tes atas sakitnya.

Dihadapkan dengan banyaknya orang memiliki gejala serupa dan tidak mudahnya untuk menguji mereka membuat otoritas China mengubah cara bagaimana COVID 19 diidentifikasi.

Rumah sakit di Wuhan, kota terbesar di propinsi Hubei dan pusat epicentrum bencana harus berjuang dengan test yang kompleks dan susah untuk mendeteksi tanda genetik virus secara langsung, termasuk Indonesia memiliki isu yang sama sebenarnya yaitu sulitnya mendeteksi tanda genetik virus dari si pasien.

Akhirnya, otoritas china memutuskan mengubah metode dengan melakukan diagnosa menggunakan rontgen paru (lung scans) daripada mencari tanda genetik virusnya (virus genetic signature).

Metode baru tersebut mempermudah pasien untuk segera mendapat pengobatan dan membuat otoritas dengan cepat memutuskan bagaimana alokasi sumber daya ditempatkan, kata petugas medis Hubei.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.