Rabu, 01 April 2020

MIUMI: Pernyataan Kepala BPIP Tidak Bertanggung Jawab dan Membahayakan

MIUMI: Pernyataan Kepala BPIP Tidak Bertanggung Jawab dan Membahayakan

Jakarta, Swamedium.com — Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyampaikan sikap terkait pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang mengatakan ‘agama musuh terbesar Pancasila’. Dalam sikapnya, MIUMI menilai pernyataan Yudian tidak bertanggung jawab dan membahayakan bangsa dan negara.

“Pernyataan yang disampaikan Prof. Yudian Wahyudi, terutama dalam posisinya sebagai Kepala BPIP, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Guru Besar Studi Islam, adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan membahayakan,” dikutip dari pernyataan sikap MIUMI, yang dirilis Jumat (14/2/2020).

Berikut isi lengkap pernyataan sikap MIUMI.

Pernyataan Sikap MIUMI

“AGAMA DAN PANCASILA SEJALAN BUKAN UNTUK DIPERTENTANGKAN”

Setelah memperhatikan, menelaah, dan mengkaji wawancara Prof. Yudian Wahyudi yang dimuat di detik.com pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020. Pada wawancaranya tersebut Prof. Yudian Wahyudi menyatakan bahwa “musuh utama Pancasila adalah agama” dan memperhatikan juga respon masyarakat, maka Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyatakan bahwa:

1. Pernyataan yang disampaikan Prof. Yudian Wahyudi, terutama dalam posisinya sebagai Kepala BPIP, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Guru Besar Studi Islam, adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan membahayakan, sebab:

a. Tidak sesuai dengan nilai historis dan filosofis Pancasila itu sendiri.

b. berpotensi memecah belah persatuan bangsa akibat mempertentangkan agama dan Pancasila.

c. Dapat memberikan legitimasi kepada Kelompok ekstrimis, baik agama maupun sekuler, yang berpandangan Pancasila bertentangan dengan agama.

d. Merusak citra lembaga BPIP yang misinya adalah memperkuat ketahanan nasional.

2. Mendukung pihak-pihak yang melaporkan Prof. Yudian Wahyudi kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum karena telah memenuhi unsur-unsur pidana panistaan agama dan membahayakan ketahanan negara.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.